Kompas.com - 11/07/2017, 16:16 WIB
Asap mengepul pasca-serangan pasukan Irak atas posisi kelompok teroris ISIS di Mosul, Irak utara, pada Minggu (25/6/2017).
ReutersAsap mengepul pasca-serangan pasukan Irak atas posisi kelompok teroris ISIS di Mosul, Irak utara, pada Minggu (25/6/2017).
|
EditorPascal S Bin Saju

Senin kemarin, Abadi dijadwalkan akan mengumumkan kemenangan atas ISIS di Mosul. Dalam tiga tahun terakhir, Mosul menjadi ibu kota ISIS di Irak.

Dana pemulihan

Menurut Kementerian Pertahanan AS (Pentagon), kerugian di barisan satuan elite kontra teroris Irak atau CTS, yang menjadi tulang punggung pasukan Pemerintah Irak dalam perang Mosul, mencapai 40 persen.

Pentagon memperkirakan, Baghdad butuh dana lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,4 triliun untuk membangun kembali militernya menyusul kerugian besar yang dialaminya pada perang Mosul.

Adapun dari data statistik PBB diketahui, Baghdad butuh membangun lagi 5.500 rumah di kota tua Mosul setelah kota tua itu kini praktis menjadi puing-puing akibat pertempuran sengit selama hampir lima bulan itu.

Baca: Perang Lawan ISIS di Mosul Berlanjut meski Irak Rayakan Kemenangan

PBB memprediksi, pembangunan infrastruktur yang rusak di Mosul juga membutuhkan dana 1 miliar dollar AS.

Juru bicara Pasukan Pengawal Provinsi Nineveh, Zuheir al-Gabburi, kepada harian Asharq al-Awsat juga mengungkapkan, pengungsi Mosul sejak dimulai perang Mosul pada 17 Oktober 2016 mencapai 950.000 orang.

Mereka tersebar di kamp-kamp pengungsi di wilayah Kurdistan dan area selatan kota Mosul.

Ia mengungkapkan pula, korban perang Mosul mencapai lebih dari 50.000 orang yang tewas dan luka-luka.

Gabburi memperingatkan, jika pemerintah Baghdad tidak segera melakukan konsolidasi secara benar di kota Mosul setelah pembebasan dari ISIS, tidak tertutup kemungkinan kota tersebut bisa jatuh lagi ke tangan ISIS.

Hal ini senada dengan seruan Uni Eropa (UE). "Kini penting bahwa proses memulihkan dan mengembalikan kepercayaan di kalangan masyarakat dimulai dan bahwa semua warga Irak bisa mulai membangun masa depan bersama," kata Kepala Urusan Luar Negeri UE Federica Mogherini dan Komisioner Bantuan UE Christos Stylianides dalam pernyataan bersama, Minggu (8/7/2017).

Baca: Pasukan Irak Kuasai Rute Pelarian ISIS di Mosul

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.