Kompas.com - 05/07/2017, 16:05 WIB
EditorGlori K. Wadrianto

LIBREVILLE, KOMPAS.com - Kelompok bersenjata di Republik Afrika Tengah telah membunuh ratusan warga sipil.

Organisasi Human Rights Watch (HRW) mengatakan hal itu Rabu (5/7/2017), seperti dikutip kantor berita AFP.

Laporan setebal 92 halaman dirilis menjelang pembukaan Pengadilan Pidana Khusus (SCC).

SCC adalah sebuah badan peradilan baru yang akan menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di negara tersebut sejak tahun 2003.

Menurut HRW, ditemukan bukti, ada lebih dari 560 kematian warga sipil, dan penghancuran lebih dari 4.200 rumah oleh milisi, yang terjadi sejak akhir 2014.  

Namun temuan itu diduga hanya sebagian kecil dari total kejahatan perang yang telah terjadi di negara itu.  

Disebutkan, pembunuhan telah dilakukan dengan kekebalan hukum secara impunitas.

"Selama dua tahun terakhir, ratusan saksi mengatakan kepada kami tentang kejahatan perang yang dilakukan oleh Seleka dan pemberontak anti-balaka di pusat dan bagian timur Republik Afrika Tengah."

Hal itu diungkapkan peneliti HRW, Lewis Mudge.

"Kurangnya keadilan atas kejahatan ini telah membuat para pemberontak bebas untuk meneror warga sipil sesuka hati."

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.