Kompas.com - 20/06/2017, 06:30 WIB
EditorPascal S Bin Saju

Namun, tes medis yang dilakukan pada pekan lalu di AS, tidak menemukan bukti konklusif mengenai penyebab cedera neurologisnya. Juga tidak ada bukti infeksi botulisme.

Dokter yang menangani Otto mengatakan, mahasiswa berusia 21 tahun itu menderita kehilangan jaringan yang parah di semua bagian otaknya, namun tidak menunjukkan tanda-tanda trauma fisik.

Baca: Dipamerkan ke Media, Mahasiswa AS Akui Kejahatannya di Korea

Mereka mengatakan bahwa cedera otak Otto yang parah kemungkinan besar – mengingat usia mudanya – disebabkan oleh penangkapan kardiopulmoner yang memotong suplai darah ke otak.

Menengok ke belakang, pada awal 2016, Warmbier merupakan wisatawan di Korut. Dia kemudian ditangkap dan diadili karena mencuri poster politik dari sebuah hotel di Korut.

Pada Maret 2016, dia divonis 15 tahun untuk kerja paksa. Sebuah hukuman yang dianggap oleh pemerintah AS sebagai dipaksakan karena tidak sesuai dengan dugaan kejahatannya.

Trump kecam Korut

Kasus ini menarik perhatian Presiden AS Donald Trump. Dia mengutuk "rezim brutal" Pyongyang yang telah menyiksa pemuda tersebut, sembari menyuarakan belas kasihan kepada keluarga Warmbier.

"Ini adalah rezim yang brutal," katanya saat menghadiri acara di Gedung Putih. "Hal buruk terjadi tapi setidaknya kita membawanya pulang ke orangtuanya."

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Trump berkata, "Nasib Otto memperdalam tekad pemerintahku untuk mencegah tragedi semacam itu menimpa orang-orang yang tidak bersalah di tangan rezim yang tidak menghormati peraturan hukum atau kesusilaan dasar manusia."

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.