Kompas.com - 07/05/2017, 22:59 WIB
EditorPascal S Bin Saju

ISLAMABAD, KOMPAS.com – Pemerintah Pakistan, Minggu (7/5/2017), mengklaim pertempuran perbatasan pada Kamis lalu dengan Afganistan menewaskan lebih dari 50 pasukan keamanan Afganistan.

Puluhan orang lagi terluka dan lima pos Afganistan di dekat perbatasan dihancurkan, sebagaimana dilaporkan Voice of America, Minggu.

Mayor Jenderal Nadeem Anjum, panglima pasukan penjaga perbatasan Pakistan, mengungkapkan keterangan itu Minggu (7/5) di Quetta, ibu kota Provinsi Baluchistan.

Baca: Pakistan Ingin Kerja Sama dengan Afganistan untuk Perangi Terorisme

Provinsi itu terletak di dekat perbatasan di barat-daya di mana pertempuran terjadi pada Kamis lalu.

Pemerintah Afganistan dengan segera membantah klaim itu, dengan mengatakan pertempuran itu menewaskan 4 orang, termasuk dua personil keamanan di pihaknya, dan lebih 30 orang luka-luka.

Jenderal Anjum menuduh pasukan Afganistan memulai pertempuran dengan melakukan serangan yang tidak diprovokasi terhadap tim pemerintah yang melakukan sensus di sisi Pakistan.

Baca: Pakistan Buka Perbatasan dengan Afganistan, Ribuan Orang Antre

Ia menyatakan lagi bahwa pihak berwenang Afganistan telah diberitahu melalui saluran militer dan diplomatik mengenai kegiatan sensus yang direncanakan.

Tembakan lintas perbatasan dari Afganistan menewaskan paling sedikit 12 warga Pakistan dan melukai lebih 40 lainnya, termasuk warga sipil dan pasukan keamanan, yang memprovokasi pembalasan Pakistan, kata Anjum.

Pakistan sejak itu telah menutup penyeberangan perbatasan Chaman yang ramai dengan Afganistan yang terkurung oleh daratan itu.

Baca: Pasukan Afganistan dan Pakistan Saling Serang

Ketika berbicara terpisah kepada para wartawan di Quetta, panglima daerah militer Letnan Jenderal Aamir Riaz tidak mau mengatakan apakah Pakistan berencana membuka kembali penyeberangan perbatasan itu karena ratusan konvoi transit dan perdagangan telah terkatung-katung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.