Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2020, 17:52 WIB

ISTANBUL, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu melaporkan sebanyak delapan korban meninggal di Turki Timur pada Minggu (23/02/2020) akibat gempa berkekuatan 5.7 skala magnitudo. 

Soylu mengatakan terdapat 1.066 gedung runtuh, delapan orang tewas, tiga di antaranya anak-anak. Meski begitu, pusat atau titik gempa ternyata berasal dari wilayah perbatasan antara Turki dengan Iran.

Gempa terjadi pada pukul 08.53 pagi dan memiliki kedalaman 5 kilometer berdasarkan laporan The European Mediterranean Seismological Centre (EMSC). Namun, berbeda dengan Turki, Otoritas Iran tidak melaporkan adanya korban tewas.

TV pemerintah Turki menunjukkan kerusakan seperti gedung runtuh dan jalanan yang rusak. Beberapa warga menyelimuti diri mereka di jalan karena salju sedang turun sementara dinding rumah mereka hancur, atap logam mereka roboh, retakannya sangat lebar dan kabel-kabel bengkok.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Gempa Bumi di Gujarat Tewaskan 20.000 Orang

"Kerusakan ini menyebabkan korban meninggal," Ungkap gubernur Van, Mehmet Bilmez, "terdapat kerusakan di empat desa lainnya."

Jurnalis Turki dan pejabat pemerintahnya mengatakan bahwa gempa tersebut memiliki dampak besar pada beberapa desa di Turki, yang seperti Iran memiliki sejarah gempa bumi berkekuatan dahsyat.

Menteri Pendidikan Turki melaporkan adanya kerusakan kecil pada beberapa sekolah dan distrik pedesaan di Baskale, Saray dan Gurnipar.

Sementara di Iran, Pejabat Iran memberitahukan melalui media mereka bahwa tim penyelamat telah disebar di lokasi kejadian. Sejauh ini mereka belum mendapat laporan terkait korban tewas atau pun kerusakan di wilayah Iran.

Namun, pejabat lokal lainnya mengatakan adanya kemungkinan bahwa akan terdapat korban dan kerusakan. Dia menambahkan bahwa beberapa kota di Iran seperti Khoy, Urmiah dan Salmas merasakan getaran gempa.

Sebelumnya, gempa bumi yang sama juga mengguncang Turki, tepatnya di Elazig, pada 26 Januari 2020.

Baca juga: Peneliti Sebut Gempa Bumi Tsunami Mentawai 2010 adalah Kejadian Langka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Reuters
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.