Kompas.com - 22/04/2017, 20:30 WIB
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Hari ini, 22 Apri 1997, Presiden Peru Alberto Fujimori memerintahkan pasukan khususnya menyerbu kediaman duta besar Jepang yang disandera.

Sudah selama 126 hari kediaman duta besar itu diduduki kelompok separatis bersenjata Tupac Amaru yang menyandera 72 orang tamu.

Pada 16 Desember 1996, 14 orang anggota Gerakan Revolusioner Tupac Amaru (MRTA) yang dibentuk pada 1984 menyusup ke kediaman dubes Jepang Morihisa Aoki

Ke-14 orang menyamar sebagai pelayan dan penyedia makanan untuk acara resepsi memperingati ulang tahun Kaisar Jepang.

Tupac Amaru kemudian menyandera 490 tamu dalam acara itu termasuk Menlu Peru Francisco Tudela, beberapa hakim mahkamah agung, anggota partai berkuasa Peru, dan sejumlah duta besar.

Polisi kemudian mengepung rumah duta besar Jepang dan penyandera kemudian bersedia membebaskan 170 tamu perempuan dan orang lanjut usia.

Sedangkan 220 sandera yang masih tersisa terancam dibunuh jika tuntutan Tupac Amaru yaitu pembebasan 400 orang anggotanya yang dipenjara pemerintah tak dikabulkan.

Posisi Presiden Fujimori sebenarnya amat sulit, sebab Jepang adalah mitra dagang terbesar Peru dan PM Ryutaro Hashimoto meminta Presiden Fujimori menyelesaikan krisis ini dengan negosiasi.

Awalnya pemerintah Peru melakukan negosiasi dengan para penyandera itu. Namun, di balik itu pemerintah mempersiapkan operasi pembebasan.

Pemerintah memutuskan untuk menggali terowongan dari sebuah bangunan di samping kediaman dubes Jepang menuju ke lokasi penyanderaan.

Selain itu, militer Peru membangun sebuah replika bangunan kediaman dubes Jepang di sebuah permukiman dekat akademi militer Chorrillos.

Di sana pasukan khusus Peru mempelajari dengan detil denah ruangan di kediaman dubes Jepang termasuk mengukur jumlah bahan peledak yang dibutuhkan.

Akhirnya pada 22 April 1997, Presiden Fujimori memberikan lampu hijau untuk menggelar operasi pembebasan.

Sebelum operasi pembebasan digelar, secara rahasia para sandera diberitahu soal rencana itu 10 menit sebelum pasukan khusus menyerbu.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.