Kompas.com - 21/04/2017, 12:39 WIB
Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts (kanan) memandu sumpah jabatan Donald Trump untuk menjadi presiden ke-45 AS di Capitol AS, Washington DC, Jumat (20/1/2017). Prosesi pelantikan Trump dan Mike Pence selaku presiden dan wakil presiden terpilih AS berlangsung panjang. Serangkaian acara digelar mulai 19-21 Januari. AFP PHOTO / PAUL J RICHARDSKetua Mahkamah Agung AS John Roberts (kanan) memandu sumpah jabatan Donald Trump untuk menjadi presiden ke-45 AS di Capitol AS, Washington DC, Jumat (20/1/2017). Prosesi pelantikan Trump dan Mike Pence selaku presiden dan wakil presiden terpilih AS berlangsung panjang. Serangkaian acara digelar mulai 19-21 Januari.
EditorErvan Hardoko

CARACAS, KOMPAS.com - Meski sedang dililit kesulitan ekonomi yang cukup parah, pemerintah Venezuela ternyata masih bisa mengeluarkan uang untuk memberikan sumbangan.

Namun, sumbangan sebesar 500.000 dolar AS atau sekitar Rp 6,5 miliar itu diberikan untuk acara pelantikan Donald Trump pada Januari lalu.

Satu laporan terbaru menyebutkan, sebuah perusahaan minyak AS yang merupakan anak perusahaan BUMN Venezuela ini tercantum dalam berkas dokumen di Komisi Pemilu Federal AS.

Sejumlah perusahaan besar juga tercatat di dokumen itu memberikan sumbangan dana pada pelantikan Trump: Pepsi (250.000 dolar), dan Walmart (150.000 dolar).

Baca: Venezuela Dilanda Kerusuhan Massal, Dua Pelajar dan Satu Aparat Tewas

Apa yang diungkap laporan tersebut cukup mengejutkan, karena Venezuela sendiri sedang dilanda kesulitan ekonomi yang berat, bahan pangan langka, inflasi tinggi dan kejahatan merajalela.

Tiga orang dilaporkan tewas dalam unjuk rasa Rabu (19/4/2017), saat puluhan ribu orang turun ke jalan menuntut dilangsungkannya pemilihan umum baru.

Tim-tim sepak bola Amerika atau perusahaan mereka menyumbang 5 juta doalr AS atau (sekitar Rp 6,5 triliun. Dana dalam jumlah yang sama juga disumbangkan pemilik kasino Sheldon Adelson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.