Kompas.com - 21/04/2017, 10:37 WIB
Tak kurang dari 11.000 prajurit dan berbagai peralatan tempur militer Rusia dipamerkan dalam peringatan 69 tahun kemenangan atas Nazi Jerman di Lapangan Merah, Moskwa, Jumat (9/5/2014). Rusia hingga kini merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di seluruh dunia. KIRILL KUDRYAVTSEV / AFPTak kurang dari 11.000 prajurit dan berbagai peralatan tempur militer Rusia dipamerkan dalam peringatan 69 tahun kemenangan atas Nazi Jerman di Lapangan Merah, Moskwa, Jumat (9/5/2014). Rusia hingga kini merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar kedua di seluruh dunia.
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia dikabarkan telah memindahkan peralatan tempurnya menuju ke perbatasan dengan Korea Utara di tengah kekhawatiran pecahnya perang antara negeri itu dan Amerika Serikat.

Namun, seorang juru bicara angkatan bersenjata Rusia mengatakan, pemindahan peralatan militer tersebut hanyalah bagian dari sebuah kegiatan "rutin".

Baca: Jika AS dan Korea Utara Berperang, Tak Akan Ada Pemenang

"Pemindahan pasukan besar-besaran terjadi di berbagai wilayah saat ini, kami sedang memeriksa semua distrik militer dari Baikal ke Chukotka," kata Kolonel Alexander Gordeev, juru bicara distrik militer timur Rusia.

"Unit-unit militer meninggalkan pangkalan mereka untuk melakukan latihan di kawasan yang kurang familiar bagi mereka," tambah Goordev.

Gordeev menambahkan, rudal-rudal Tor yang terekam kamera di wilayah Khabarovsk diyakini sedang kembali ke pangkalan mereka setelah melakukan latihan di Buryatia bulan lalu.

Vladivostok, kota berpenduduk 600.000 orang dan menjadi pangkalan armada Pasifik Rusia, hanya berjarak sekitar 160 kilometer dari perbatasan dengan Korea Utara.

Baca: Korea Utara Siap Tempur Menghadapi Armada AS

Jika pergerakan pasukan ini benar, maka Rusia menyusul China yang dikabarkan sudah memindahkan 150.000 personel militer ke perbatasannya dengan Korea Utara.

Sementara itu angkatan udara Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang melakukan latihan bersama dengan sandi "Max Thunder" hingga 28 April mendatang.

"Kami melakukan latihan yang lebih intensif dibanding sebelumnya. Lewat latihan ini, kami yakin bisa menangkal serangan musuh," ujar Kolonel Lee Bum-chul, pilot AU Korea Selatan.

Latihan bersama kedua negara bersekutu ini kerap disebut Korea Utara sebagai sebuah persiapan menjelang sebuah invasi.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.