Kompas.com - 10/02/2017, 06:12 WIB
Kelompok Anti-Trump berteriak ke arah kelompok massa pendukung Trump dalam aksi demo di dekat Trump Tower di Fifth Avenue, New York, Minggu (5/2/2017).  
Bryan R. Smith / AFPKelompok Anti-Trump berteriak ke arah kelompok massa pendukung Trump dalam aksi demo di dekat Trump Tower di Fifth Avenue, New York, Minggu (5/2/2017).
EditorGlori K. Wadrianto

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pengadilan Amerika Serikat, Kamis atau Jumat (10/2/2017) WIB, akan menentukan "nasib" dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump soal kebijakan "anti-imigran" yang ditandatangani beberapa waktu lalu.

Kebijakan itu terkait pelarangan bagi warga dari tujuh negara untuk masuk ke AS selama 90 hari ke depan. Juga, penghentian laju pengungsi ke AS hingga 120 hari, kecuali bagi pengungsi dari Suriah yang diberlakukan tanpa batas waktu.

Putusan dari pengadilan banding federal di San Francisco terkait larangan kontroversial, yang diterbitkan pada 27 Januari tanpa peringatan sebelumnya, ditangguhkan seminggu kemudian.

Seperti diberitakan AFP, kontroversi itu terjadi hanya tiga minggu setelah pelantikan Trump sebagai Presiden.

Baca: Hakim Federal AS Perintahkan Penundaan Kebijakan Presiden Trump

Perintah Trump itu memicu kekacauan dan juga kecaman dari kelompok-kelompok advokasi imigrasi.

Namun, sebaliknya Trump mengecam penundaan perintahnya oleh hakim federal. Dia menyebut pengadilan telah melakukan hal yang memalukan dan dipolitisasi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang juru bicara untuk Ninth Circuit Court of Appeals di San Francisco mengatakan, putusan akan datang di pengujung hari ini atau Jumat pagi. 

Trump dan pemerintahannya berkeyakinan langkah tegas itu harus diambil demi menjaga wilayah AS dari serangan kelompok teroris seperti Al Qaeda dan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Trump berkeras bahwa AS membutuhkan waktu untuk membuat langkah pemeriksaan yang ketat bagi setiap orang yang hendak masuk ke negara itu. 

Dalam persidangan hari ini, hakim menguji penjelasan Gedung Putih terkait protes yang menyebut kebijakan Trump yang menyasar warga Muslim melanggar hukum AS.

Menguatkan pernyataan Trump, Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly--yang bertanggung jawab untuk menegakkan larangan imigrasi--mengatakan, pengadilan tidak mengerti ancaman yang dihadapi negara.

"Di dalam dunia mereka segalanya sangat akademis, di ruang sidang, para hakim itu dilindungi oleh saya," sebut Kelly.

Baca: Trump Yakin Menangi Banding soal Penundaan Kebijakan Anti-imigran



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.