Kompas.com - 26/01/2017, 07:29 WIB
Beginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas. HERIKA MARTINEZ / AFPBeginilah situasi perbatasan antara AS dan negara bagian Ciudad Juarez, Meksiko. Sebagian perbatasan kedua negara memang dipagari, tetapi Presiden Donald Trump bersikukuh menginginkan tembok pembatas.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump, Selasa (25/1/2017), memerintahkan agar pembangunan tembok pembatas di perbatasan dengan Meksiko segera dilaksanakan.

"Sebuah negara tanpa perbatasan bukan sebuah negara," kata Trump, mengulangi kalimat Ronald Reagan saat mengunjungi Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menandatangani dua perintah eksekutif.

"Mulai hari ini, Amerika Serikat kembali mengendalikan perbatasanya," tambah Trump.

Rencana Trump adalah membangun tembok sepanjang 3.200 kilometer di sepanjang perbasan AS dan Meksiko.

Sebagian perbatasan ini sudah dipagari, tetapi Trump bersikukuh tembok adalah yang diperlukan untuk mengurangi masuknya imigran ilegal dari Amerika Selatan.

Namun, sejumlah kalangan meragukan tembok ini, jika benar-benar selesai dibangun, akan mengurangi jumlah imigran ilegal dari Amerika Selatan.

"Saya kira para pendukung Trump sudah akan senang jika sebuah patung dibangun dengan jari tengah mengarah ke selatan," kata anggota kongres, Luis Gutierrez.

Meski rencana ini sangat populer di kalangan pendukungnya, tetapi kini Trump harus berusaha mengalihkan anggaran untuk menyelesaikan proyek ini.

Kongres yang dikuasai Partai Republik harus mengucurkan dana miliaran dolar jika ingin melihat tembok itu selesai dibangun.

Apalagi, sebagian besar lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan tembok sudah menjadi milik warga, otorita kesukuan, atau pemerintah negara bagian Texas.

Untuk membebaskan lahan itu dibutuhkan proses hukum yang panjang, dan tentu saja pembayaran kompensasi yang tak sedikit.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X