Kompas.com - 06/12/2016, 10:40 WIB
EditorErvan Hardoko

SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah video yang menampilkan aksi seorang pria bertinju melawan seekor kanguru untuk menyelamatkan anjingnya muncul di media sosial.

Seorang pemburu yang merekam aksi yang terjadi pada Juni lalu itu merupakan sebuah peristiwa asli dan bukan rekaan video semata.

Matthew Amor, yang menggelar perjalanan untuk seorang pemuda pengidap kanker, menjelaskan kepada situs news.com.au soal rekannya, Greg Bloom yang merekam peristiwa langka itu.

"Perjalanan ini sebenarnya digelar untuk seorang pemuda bernama Kailem yang meninggal dunia pekan lalu akibat kanker yang dideritanya," kata Matthew.

"Awalnya Kailem ingin berburu babi hutan, jadi kami membawanya ke hutan dan rekan kami yang lain merekam perjalanan ini dalam video berdurasi satu jam yang akan kami berikan kepada keluarga Kailem," tambah Matthew.

Di dalam video itulah terlihat seorang pria meninju seekor kanguru yang sebelumnya memiting seekor anjing.

Sejumlah orang yang menyaksikan video itu mengecam pria , yang diidentifikasi Daily Mail Australia sebagai staf kebun binatang Greig Tonkins, sebagai pelaku pemukulan.

Namun, Greg Bloom yang merekam video itu membela aksi Tonkins dan menjelaskan alasan di balik peristiwa itu.

"Tonkins tak ingin menyakiti kanguru itu tetapi dia terpaksa melakukannya agar situasi tak bertambah buruk," ujar Bloom.

"Dia khawatir anjingnya akan disakiti si kanguru dan memutuskan untuk menyelamatkan keduanya. Anda bisa lihat anjing itu berusaha melepaskan diri dari sekapan si kanguru," tambah Bloom.

Kanguru itu sebenarnya sudah melepaskan si anjing begitu sang pemilik mendekat. Namun, dia malah bergerak mendekat dan berusaha menyerang pria itu.

"Tendangan seekor kanguru bisa merobek perut seorang manusia. Sehingga dia harus mundur beberapa langkah untuk memberikan jarak," papar Bloom.

"Pria itu kemudian memukul hidung kanguru tersebut karena hewan itu terus datang menghampiri," tambah dia.

Pukulan itu ternyata cukup membuat hewan berkantung tersebut terkejut dan memberi cukup waktu bagi pria itu untuk menjauh dari si kanguru.

"Kanguru itu kemudian melompat kabur, mungkin berpikir apa yang sudah menimpanya," lanjut Bloom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.