Menakar Nasib Warga Kulit Hitam dalam Pemerintahan Trump

Kompas.com - 27/11/2016, 20:45 WIB
Andy Russell (30) lahir di Columbus, Ohio tetapi saat ini tinggal di Washington DC. KARIM RASLANAndy Russell (30) lahir di Columbus, Ohio tetapi saat ini tinggal di Washington DC.
EditorTri Wahono

KERAMAIAN di depan Museum Nasional Sejarah dan Budaya Amerika-Afrika di Washington DC didominasi oleh warga kulit hitam – berbanding terbalik dengan antrean yang dipenuhi warga kulit putih yang saya saksikan sepekan sebelumnya di Grand Rapids, Michigan untuk menyaksikan kampanye Donald Trump.

Sementara di dalam museum berwarna coklat tembaga yang cantik itu, suasana begitu sunyi, hening, dan penuh respek.

Keluarga-keluarga, pengunjung museum, berkumpul di depan bermacam display dan monitor video untuk melihat berbagai peninggalan dari masa perbudakan, seperti belenggu tangan yang sudah berkarat, gambar-gambar yang mengerikan dari sebuah kapal budak dan sebuah "Perlintasan" dari Afrika Barat.

Namun, apa yang dipamerkan museum tak sepenuhnya suram. Ada pula yang memberikan gambaran tentang bagaimana kaum budak itu bertahan dan memiliki harapan—semangat untuk tetap hidup dengan mulia dan berani di tengah perbudakan dan penindasan yang pada akhirnya mendorong terciptanya Gerakan Hak-Hak Sipil yang dipimpin Martin Luther King, Motown, dan tentu saja Barack Obama sendiri.

Tetapi presiden Amerika Serikat pertama yang berkulit hitam ini akan mengakhiri masa kedua pemerintahannya dan presiden terpilih, Donald Trump tengah bersiap menduduki kursi tertinggi di negeri tersebut. Situasi ini membuat banyak warga keturunan Afrika Amerika merasa bersedih.

Andy Russell, seorang pemuda tampan berusia 30 tahun yang juga pemain cello dan editor film ini tertunduk murung ketika mengatakan, "Saya tadinya yakin 100 persen Hillary Clinton akan memenangkan pemilihan ini. Semua jajak pendapat dan para pakar menunjukkan dia akan menang."

Andy khawatir terhadap masa depan negaranya yang akan dipimpin oleh seorang pria beretorika rasis yang telah mendominasi wacana publik di negaranya selama lebih dari dua tahun terakhir. Semua ini sebagaimana #BlackLivesMatter telah menimbulkan sorotan tajam, seperti terhadap kebrutalan polisi.

Dia pun mengaku sedih bahwa, "Banyak hal yang tidak spektakuler di bawah Presiden Obama, tapi saya harus akui bahwa kami merasa lebih stabil. Obama sesungguhnya bisa menjadi besar, hanya saja Kongres tidak membiarkan hal itu terjadi."

Sebagai seorang anak pendeta Gereja Advent Hari Ketujuh dan perawat, keistimewaan Andy adalah kedisiplinannya yang luar biasa hingga dia mampu terhindar dari alkohol dan rokok. Lahir di Cleveland, Ohio namun sempat tinggal di berbagai daerah di Amerika, Andy memiliki "jaminan" karena dia anak dari anggota masyarakat yang dihormati.

Meski demikian, dia sangat menyadari bagaimana sistem di masyarakatnya telah menjebaknya karena menggolongkan manusia berdasarkan warna kulitnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X