Obama Serukan Trump Bersikap Tegas terhadap Rusia

Kompas.com - 18/11/2016, 13:57 WIB
Presiden AS Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan konferensi pers bersama di Berlin, Jerman, Kamis (17/11/2016).
Associated PressPresiden AS Barack Obama dan Kanselir Jerman Angela Merkel memberikan konferensi pers bersama di Berlin, Jerman, Kamis (17/11/2016).
EditorPascal S Bin Saju

BERLIN, KOMPAS.com - Presiden AS, Barack Obama, Kamis (17/11/2016), menyampaikan pesan tentang kerjasama dan persatuan Amerika dengan Eropa.

Obama menegaskan kepada warga Jerman warga Eropa bahwa AS akan tetap berperan aktif di dunia, seperti dilaporkan Voice of America.

Presiden Obama menyerukan kepada penerusnya, Donald Trump, untuk bersikap “tegas” terhadap Rusia.

Ia berharap Presiden AS terpilih itu akan “mengambil pendekatan konstruktif serupa” sebagaimana yang telah dilakukannya, “dengan menemukan bidang di mana nilai-nilai dan kepentingan kedua negara sama dan membuat kita bisa bekerjasama”.

“Saya tidak berharap presiden terpilih akan benar-benar menggunakan pendekatan yang saya tempuh, tetapi saya berharap ia tidak melakukan politik praktis,” kata Obama.

Selain itu, Trump diharapkan untuk “mengadakan perjanjian dengan Rusia, walaupun itu akan merugikan negara-negara kecil atau melanggar norma-norma internasional atau mengabaikan masalah jangka panjang di negara-negara seperti Suriah, karena kita hanya akan melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan nyaman,” kata Obama.

Sebelumnya, Obama memulai pertemuan resmi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (17/11/2016), sebagai bagian dari lawatan resmi keenam dan yang terakhir ke negara itu.

Kedua pemimpin duduk di sebuah meja panjang bersama sejumlah penasehat kebijakan luar negeri masing-masing. Obama ditemani oleh Penasehat Keamanan Nasional, Susan Rice.

Pemimpin AS itu memilih Jerman sebagai persinggahan utama dalam lawatan ke luar negeri terakhirnya sebagai presiden.

Jerman adalah negara dengan tingkat perekonomian terbaik di Eropa dan sekaligus mitra dagang AS, anggota penting NATO, dan pangkalan bagi ribuan tentara AS.

Para pengamat menilai pemimpin Merkel bisa menjadi suara liberal yang paling berpengaruh di kawasan di mana gerakan nasionalis tampak semakin menguat.

Lawatan terakhir ini menandai lawatan resmi keenam Obama ke Jerman. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X