Kompas.com - 12/10/2016, 12:58 WIB
Presiden AS Barack Obama dalam kampanye kandidat presiden Hillary Clinton di Grensboro, Carolina Utara, Selasa (11/102016) malam. SARA D. DAVIS / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP Presiden AS Barack Obama dalam kampanye kandidat presiden Hillary Clinton di Grensboro, Carolina Utara, Selasa (11/102016) malam.
EditorErvan Hardoko

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Selasa (12/10/2016), mendorong para petinggi Partai Republik untuk mencabut dukungan terhadap Donald Trump sebagai kandidat presiden.

Pada sebuah kampanye untuk mendukung Hillary Clinton, Obama mengatakan, tidak masuk akal jika para senior Partai Republik menghujat komentar kontroversial Trump, tapi di saat yang sama mendukungnya untuk maju ke Gedung Putih.

Banyak petinggi Partai Republik yang sudah mengambil jarak dengan Trump karena video yang memperlihatkan Trump mengatakan hendak melecehkan perempuan. Alhasil, Trump menuduh para politisi senior itu tak setia terhadap partai.

Secara khusus, Trump mengecam Ketua DPR Paul Ryan yang juga menjadi pejabat tertinggi Partai Republik Amerika Serikat sebagai "pemimpin yang lemah dan tidak efektif".

Obama, dalam kampanye di Greensboro, Carolina Utara, pada Selasa malam, mempertanyakan politisi senior Partai Republik yang masih menginginkan Trump menjadi presiden.

"Faktanya, ada orang-orang yang bilang, 'Kami sangat tidak setuju, kami tidak sepakat...tapi kami masih mendukungnya.' Mereka masih berpikir Trump layak jadi presiden, ini tidak masuk akal buat saya," kata Obama kepada publik.

Obama pun mengatakan bahwa komentar Trump yang tidak pantas terhadap perempuan membuatnya tak layak bekerja di toko sekalipun.

"Kini Anda berada di situasi di mana ada seorang pria yang mengatakan hal-hal yang tak akan ditoleransi bahkan jika Anda melamar pekerjaan di 7-Eleven," katanya.

Beberapa kali Obama diinterupsi kelompok anti-Clinton, namun dia tak goyah, dan mengatakan, "Inilah demokrasi. Ini bagus."

Kelompok anti-Hillary Clinton itu kemudian dikawal keluar lokasi kampanye oleh petugas keamanan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X