Kompas.com - 26/09/2016, 20:59 WIB
EditorErvan Hardoko

RAMALLAH, KOMPAS.com - Para pemimpin Palestina, Senin (26/9/2016), mengecam calon presiden AS Donald Trump karena merusak harapan solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Israel dan Palestina.

Kecaman ini muncul setelah Trump mengatakan jika dia terpilih menjadi presiden AS maka dia akan mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebelumnya, pada Minggu (25/9/2016), saat bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyahu, Trump menegaskan dia akan mengakui klaim Israel atas Jerusalem.

"Pernyataan Trump ini menunjukkan rasa tak hormatnya kepada hukum internasional dan kebijakan luar negeri AS terkait status Jerusalem," kata Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

"Pernyataan tentang Israel itu menunjukkan sebuah pengabaian total solusi dua negara, hukum internasional dan resolusi PBB," tambah Erekat.

Sementara itu, Kemenlu Palestina mengkritik Trump dan rivalnya, Hillary karena dianggap mendukung Israel dalam konflik dengan Palestina.

"Negara Palestina tidak akan berperan sebagai sarana tawar menawar demi mendapatkan suara negara Yahudi di PBB," demikian Kemenlu Palestina.

Israel merebut sisi timur Jerusalem dalam Perang Enam Hari 1967 dan menganeksasinya pada 1980 sebelum mengumumkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hal ini menyulitkan pembicaraan damai kedua negara karena Palestina bersikukuh Jerusalem akan menjadi ibu kota negeri itu di masa depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.