Kompas.com - 20/03/2016, 16:59 WIB
Migran dan pengungsi yang berhasil melintasi perbatasan Makedonia-Yunani, mengantre saat akan menaiki kereta di kamp registrasi dekat Gevgelija, 28 September 2015. day. AFP PHOTO / ARMEND NIMANIMigran dan pengungsi yang berhasil melintasi perbatasan Makedonia-Yunani, mengantre saat akan menaiki kereta di kamp registrasi dekat Gevgelija, 28 September 2015. day.
EditorErvan Hardoko

ANKARA, KOMPAS.com - Kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki untuk menangani krisis migran mulai diberlakukan pada Minggu (20/3)/2016). Namun, masih muncul keraguan dari Yunani soal cara penerapannya.

Dalam kesepakatan ini, semua migran Suriah yang mencapai daratan Yunani harus dikirim ke Turki jika mereka tidak mengajukan permohonan suaka atau permohonan mereka ditolak.

Lalu, untuk setiap migran Suriah yang dikirim kembali ke Turki maka satu migran Suriah yang telah berada di Turki akan ditempatkan di Uni Eropa.

Untuk menerapkan kesepakatan ini, sebanyak 2.300 ahli, termasuk petugas keamanan, imigrasi, dan penerjemah, akan berdinas di Yunani.

“Rencana seperti ini tidak bisa diterapkan hanya dalam waktu 24 jam,” kata juru bicara imigrasi Yunani, Giorgos Kyritsis, sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Sebelum kesepakatan diberlakukan, pejabat pemerintah Yunani juga mengatakan bahwa sebanyak 1.500 orang menyeberangi Laut Aegea menuju ke kepulauan Yunani pada Jumat (18/3/2016). Jumlah itu berlipat ganda dari jumlah sehari sebelumnya.

Bahkan, menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu, seorang bayi perempuan berusia empat bulan meninggal dunia ketika sebuah kapal pengangkut migran tenggelam di lepas pantai Turki beberapa jam sebelum kesepakatan ini berlaku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebanyak satu juta migran dan pencari suaka memasuki wilayah Uni Eropa menggunakan perahu dari Turki ke Yunani sejak Januari 2015.

Pada tahun ini saja, sebanyak 143.000 orang telah tiba di Eropa dan sekitar 460 orang di antara mereka meninggal dunia.

Berikut butir-butir kesepakatan Uni Eropa dan Turki

  • Semua migran tak berdokumen resmi yang menyeberang dari Turki ke Yunani mulai 20 Maret akan dikirim kembali ke Turki. Setiap migran yang datang akan ditinjau secara menyeluruh oleh aparat Yunani.
  • Untuk setiap migran asal Suriah yang dikembalikan ke Turki, migran Suriah yang telah berada di Turki akan dikirim ke Uni Eropa. Prioritas akan diberikan bagi mereka yang belum mencoba masuk Uni Eropa secara ilegal dan jumlahnya dibatasi hingga 72.000 orang.
  • Warga Turki akan diberikan visa Schengen yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa mulai Juni mendatang.
  • Uni Eropa akan mempercepat dana bantuan sebesar 3 miliar euro atau Rp 44,2 triliun ke Turki untuk menolong para migran.
  • Baik Uni Eropa maupun Turki sepakat menyegarkan kembali permintaan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa. Perundingan akan dimulai pada Juli mendatang.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.