Kompas.com - 29/11/2015, 12:32 WIB
EditorTri Wahono

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Turki sebagai balasan atas insiden penembakan pesawat tempur Sukhoi Su-24 oleh militer Turki.

Istana Kremlin menerbitkan teks sebuah dekrit yang ditandatangani Presiden Vladimir Putin, Sabtu (28/11/2015).

Isi dekrit tersebut antara lain larangan impor sejumlah produk komoditi dari Turki sementara waktu. Namun, membawa barang-barang dari Turki ke Rusia untuk keperluan pribadi masih diperbolehkan.

Sejumlah organisasi asal Turki yang beroperasi di Rusia juga dilarang melakukan kegiatannya lagi.

Pengusaha Rusia juga akan dilarang mempekerjakan warga negara Turki mulai 1 Januari 2016. Aturan ini hanya berlaku untuk karyawan baru saja.

Selain itu, Rusia juga melarang penerbangan pesawat charter antara Rusia dan Turki. Agen-agen perjalanan di Rusia sudah diimbau menghentikan penjualan paket wisata ke Turki.

Pemerintah Rusia juga akan meningkatkan kontrol keamanan pada pelabuhan-pelabuhannya di Perairan Azov dan Laut Hitam. Kapal-kapal Turki yang lalu lalalng di perairan tersebut diawasi lebih ketat.

Kerja sama bebas visa antara Turki dan Rusia dihentikan sepihak mulai 1 Januari 2016 sehingga warga Turki yang akan berkunjung ke Rusia tidak lagi bebas keluar masuk seperti biasanya.

Sanksi ekonomi tersebut tidak berpengaruh untuk warga Turki yang sudah mengajukan izin tinggal di Rusia termasuk para diplomat yang bekerja di kantor kedutaan besar dan konsulat Turki di wilayah Rusia.

Pengumuman sanksi ekonomi itu hanya beberapa jam setelah Erdogan menyampaikan pernyataan rekonsiliasi menyusul penembakan jet tempur Rusia. Erdogan berharap hal yang sama tidak terjadi lagi. ia mengaku sedih terjadi insiden yang tidak diinginkan itu, namun tidak meminta maaf sedikit pun kepada Rusia.

Ketegangan antara Turki dan Rusia meningkat setelah militer Turki menembak jatuh pesawat tempur Sukhoi Su-24 milik Rusia di perbatasan Turki-Rusia, Selasa (24/11/2015) lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.