Dituduh Penyihir, Ibu 5 Anak di India Tewas Dipenggal

Kompas.com - 21/07/2015, 15:56 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com — Seorang perempuan India berusia 63 tahun tewas dipenggal penduduk desa yang menuduhnya melakukan praktik sihir. Demikian penjelasan polisi, Selasa (21/7/2015).

Polisi negara bagian Assam sejauh ini sudah menahan tujuh tersangka yang terkait dalam pemenggalan Moni Orang, ibu lima anak itu. Moni diciduk dari kediamannya pada Senin setelah tokoh agama setempat menuduh perempuan itu mempraktikkan sihir.

"Para penyerang yang membawa golok dan senjata tajam lain datang dan membawa Moni dari kediamannya, lalu membunuhnya dengan brutal," kata seorang perwira polisi, Manabendra Dev Roy.

"Setelah dipenggal, lalu bagian tubuh Moni lainnya juga dimutilasi," tambah Manabendra.

Suami Moni, R Orang, mengatakan, istrinya tidak bersalah dan tidak pernah mempraktikkan sihir. Pria itu menuding tokoh agama di desa itu hanya menaruh curiga dan memprovokasi warga.

Setelah polisi menangkap para tersangka, ternyata masalah tak berhenti sampai di situ. Pada Selasa, warga desa mendatangi kantor polisi setempat untuk memprotes penangkapan kawan-kawan mereka.

"Moni adalah penyihir dan menyebarkan mantra jahat untuk orang yang dianggap musuhnya. Tak ada tempat bagi penyihir seperti dia sehingga membunuh dia bisa dibenarkan," kata Kiran Teronpi, salah seorang warga desa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepercayaan akan sihir dan ilmu gaib masih tinggi di banyak tempat di India, terutama di daerah-daerah tertinggal dan kawasan kesukuan.

Sudah terjadi banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang dituduh sebagai penyihir. Dalam beberapa kasus, terduga penyihir biasanya ditelanjangi, dibakar hidup-hidup, atau dipenggal.

Beberapa negara bagian, antara lain Jharkand, telah menerbitkan sebuah undang-undang khusus yang mencegah aksi main hakim sendiri terhadap seseorang yang dituduh sebagai penyihir.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.