Kompas.com - 06/07/2015, 19:33 WIB
EditorErvan Hardoko
ANKARA, KOMPAS.com — Seorang pria Turki berusia 46 tahun, yang dalam catatan pemerintah sudah dinyatakan meninggal dunia, menghabiskan 10 tahun terakhir untuk membuktikan bahwa dirinya masih hidup.

Sinan Avci, pria yang tinggal di provinsi Erzurum di wilayah timur Turki, terpaksa pensiun dini dari pekerjaannya pada 2003 setelah didiagnosis menderita epilepsi.

Pada 2004, Sinan sangat terkejut saat dia tak bisa mencairkan uang pensiunnya yang disimpan di badan pengelola dana pensiun Turki, SSK. Setelah diusut, ternyata catatan SSK menunjukkan bahwa pria itu sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Mereka (staf SSK) mengatakan saya sudah meninggal, padahal saya masih hidup," kata Sinan seperti dikutip kantor berita Anatolia.

Sinan, yang sejak saat itu berjuang untuk membuktikan bahwa dirinya masih hidup, mengatakan bahwa saat ini dirinya tak bisa bekerja, baik karena penyakit yang diidapnya, maupun karena secara resmi sudah dianggap meninggal dunia.

Status anehnya ini membuat pria tersebut dijuluki "Sinan si orang mati" oleh warga sedesanya. Akibat tak bisa bekerja, maka selama ini Sinan hidup dengan bergantung pada bantuan keluarga dan tetangganya.

Setelah 10 tahun memperjuangkan status hidupnya hingga ke ranah hukum, pekan ini Sinan akhirnya berhasil meyakinkan pemerintah bahwa dirinya masih hidup. Namun, kini dia harus menghadapi perjuangan lain untuk mendapatkan seluruh uang pensiunnya yang belum diterimanya dan hak mendapatkan tunjangan pemerintah untuk warga cacat.

"Apa lagi yang harus saya lakukan? Saya sudah membuktikan saya belum meninggal dan kini apakah saya harus memotong tangan dan kaki untuk membuktikan bahwa saya memiliki kekurangan?" kata Sinan.

Selain berjuang untuk mendapatkan haknya, Sinan mendesak pemerintah untuk menyelidiki orang-orang yang melaporkan kematian dirinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.