Kompas.com - 25/03/2015, 08:03 WIB
Para pengungsi Suriah antri untuk mendapatkan perawatan medis. ISIS diduga merekrut para dokter untuk memperkuat pasukan pejuang asing. ReutersPara pengungsi Suriah antri untuk mendapatkan perawatan medis. ISIS diduga merekrut para dokter untuk memperkuat pasukan pejuang asing.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Dalam setahun ini, puluhan ribu orang, laki-laki dan perempuan, dari seluruh dunia melakukan perjalanan ke Suriah, Irak dan kini Libya untuk bertempur bersama kelompok militan yang menyebut diri sebagai ISIS. Setelah 11 tenaga medis asing pindah ke suatu daerah di Suriah yang dikuasai ISIS pada pertengahan Maret ini, sebagian analis mengatakan, menempatkan orang asing di garis depan adalah bagian dari strategi jangka panjang kelompok tersebut.

Di perbatasan Turki dengan Suriah, anggota Parlemen Turki Mehmet Ali Ediboglu mengatakan ia menghubungi keluarga 11 dokter dan mahasiswa kedokteran yang menyelinap masuk ke wilayah yang dikuasai ISIS di Suriah.

Ediboglu mengatakan keluarga-keluarga itu, dari Inggris, Amerika, Sudan dan Kanada masih berharap anak-anak mereka pergi ke Suriah untuk membantu merawat warga sipil, bukan teroris. Tetapi sebagian analis mengatakan ISIS kemungkinan merekrut dokter-dokter yang berbicara bahasa Inggris sebagai bagian dari rencana untuk lebih memperkuat pasukan pejuang asing kelompok itu, yang sudah berjumlah puluhan ribu.

Sameh Seif Elyazal, Kepala Pusat Kajian Politik dan Keamanan Al Gomhouria di Mesir mengatakan, "Mungkin ini adalah arah baru yang harus dipantau cermat karena kini mereka telah merekrut orang-orang berpendidikan."

Ia menambahkan, sebagian besar orang asing yang direkrut itu telah mengalami proses cuci otak, dengan memanfaatkan semangat keagamaan ditambah ketidaktahuan dan kadang-kadang oleh keinginan akan petualangan berdarah, serta tergiur kampanye perekrutan lewat internet.

Mereka yang bergabung, dan kemudian menyesal, menurut Elyazal, tidak bisa berbuat apa-apa, dan sudah hampir 2.000 orang yang direkrut dari Asia, negara-negara Arab dan Eropa, tewas.

Kalau mereka ingin keluar, Elyazal mengatakan, "Mereka bilang 'Tidak ada jalan keluar. Kalau kamu pergi, kamu akan kami bunuh. Dan mereka membunuh orang itu di depan yang lain, untuk mengancam supaya orang lain jangan berpikir akan pulang, kecuali bila mereka ingin mengirim orang itu untuk tugas khusus."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tugas-tugas" inilah yang paling menakutkan dunia, kata Elyazal, menimbulkan krisis keamanan dunia karena kemungkinan pejuang ISIS itu pulang ke tanah air mereka untuk melakukan serangan teroris.

Daniel Wagner, kepala perusahaan keamanan Country Risk Solutions yang berpusat di Amerika, mengatakan strategi ini hampir mustahil dicegah pihak berwenang.

"Bagaimana kalau orang-orang ini mengganti paspor? Bagaimana kalau mereka mengubah identitas? Ini menimbulkan masalah lama: petugas keamanan harus selalu benar 100 persen, tetapi mereka yang menginginkan kekacauan perlu benar satu kali saja," ujarnya.

Bahaya ini mungkin berkurang dengan laporan-laporan bahwa banyak pejuang asing mati di medan tempur atau sebagai penyerang bunuh diri.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.