Kompas.com - 08/02/2015, 20:20 WIB
Ratu Jordania, Rania (tengah), membawa poster pilot Muath al-Kassasbeh, yang dieksekusi secara keji oleh milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), dengan tulisan berbahasa Arab yang berbunyi, ”Muath adalah martir untuk kebenaran”, dalam pawai di ibu kota Amman, Jumat (6/2). Ribuan rakyat Jordania turun ke jalan-jalan ibu kota mengutuk tindakan NIIS atas Kassasbeh. REUTERS/PETRA News AgencyRatu Jordania, Rania (tengah), membawa poster pilot Muath al-Kassasbeh, yang dieksekusi secara keji oleh milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), dengan tulisan berbahasa Arab yang berbunyi, ”Muath adalah martir untuk kebenaran”, dalam pawai di ibu kota Amman, Jumat (6/2). Ribuan rakyat Jordania turun ke jalan-jalan ibu kota mengutuk tindakan NIIS atas Kassasbeh.
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.com - Sebelum ada rilis video eksekusi pembakaran pilot Muath al-Kassasbeh oleh Negara Islam atau lebih dikenal dengan nama ISIS di Irak dan Suriah, Selasa (3/2), sebagian warga Jordania yakin, perang lawan ISIS bukan ”perang kami”. Kini, muncul konsensus di Jordania, ancaman ISIS mulai ”memasuki kamar tidur” mereka dan harus dilawan.

Selama dua hari beruntun, sejak Kamis lalu, jet-jet tempur membombardir berbagai target milisi Negara Islam di Irak dan Suriah. Sebelum jet-jet itu dikerahkan untuk menggempur ISIS, seperti diperlihatkan video militer Jordania, bom-bom pada jet-jet tempur itu ditulisi para pilot Jordania dengan kapur tulis.

”Sungguh pasukan kami bakal berjaya”, ”Islam tidak terkait ISIS”, demikian antara lain bunyi tulisan tersebut. Militer Jordania menamai misi gempuran pada ISIS itu dengan sebutan ”Muath, Sang Syahid”.

Jumat lalu, ribuan warga Jordania seusai shalat Jumat di Masjid Al-Husseini tumpah-ruah di jalanan ibu kota Amman. Mereka menggelar aksi solidaritas atas gugurnya Kassasbeh.

Satu dari mereka adalah permaisuri Kerajaan Jordania Ratu Rania. Berkalung sorban bercorak motif merah-putih dan membawa foto pilot Kassasbeh, perempuan Palestina kelahiran Kuwait berusia 44 tahun itu melontarkan pernyataan tegas.

”Ini jelas perang Jordania, ini perang setiap Muslim... Kami tidak bisa memenangi perang ini sendirian, tetapi ini jelas perang kami,” tegas Rania kepada BBC.

Pergeseran atmosfer

Meski bergabung dalam serangan udara pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) menyerang ISIS, Jordania kerap defensif. Itu dipilih Raja Jordania Abdulllah II bukan tanpa perhitungan.

Banyak warga Jordania khawatir, negaranya terseret konflik dengan imbas serangan balik aktivis militan di negara sendiri. Banyak pendukung atau simpatisan ISIS bercokol di Jordania.

Lebih dari 2.000 warga Jordania diyakini menyeberang ke Suriah, tiga tahun terakhir, untuk berperang. Posisi Jordan, yang berbatasan dengan Suriah dan Irak - yang sepertiganya dikuasai ISIS - membuat negeri itu rentan dari infiltrasi ISIS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.