Kompas.com - 20/10/2014, 18:08 WIB
Asap membubung dari kota Kobani, Suriah setelah serangan udara koalisi pimpinan AS menyerang beberapa posisi ISIS di kota tersebut. Pemandangan ini terlihat jelas dari kota Mursipitnar, Turki. ARIS MESSINIS / AFPAsap membubung dari kota Kobani, Suriah setelah serangan udara koalisi pimpinan AS menyerang beberapa posisi ISIS di kota tersebut. Pemandangan ini terlihat jelas dari kota Mursipitnar, Turki.
EditorEgidius Patnistik
ANKARA, KOMPAS.COM - Turki, Senin (20/10/2014), mengatakan, pihaknya sedang membantu para pejuang Peshmerga Kurid Irak menyeberangi perbatasan guna bergabung pasukan Kurdi Suriah dalam memerangi kaum militan ISIS di kota Kobani, Suriah.

"Kami sedang membantu pasukan Peshmerga menyeberang ke Kobani," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, kepada wartawan di Ankara. Dia menambahkan, pembicaraan tentang masalah itu sedang berlangsung tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. "Kami sama sekali tak ingin melihat Kobani jatuh (ke tangan kaum militan)," tambahnya.

Pengumuman tersebut memperlihatkan perubahan penting pihak Turki, yang hingga saat ini menolak untuk mengizinkan para pejuang Kurdi menyeberangi perbatasan guna bergabung dalam pertempuran di Kobani yang hanya beberapa kilometer dari perbatasan Turki.

Militer Turki telah terlibat dalam konflik selama 30 tahun dengan para pejuang Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang berperang untuk memperoleh pemerintahan sendiri. Peperangan antara militer Turki dan PKK telah menyebabkan 40.000 orang tewas.

Namun Turki dalam tahun-tahun terakhir telah membangun hubungan yang kuat dengan otoritas Kurdi di wilayah Kurdistan Irak yang mengontrol pasukan Peshmerga.

Tampaknya bahwa walau ada kesepakatan terkait Peshmerga itu, Turki masih akan menutup akses bagi setiap pejuang PKK memasuki Suriah.

Turki telah berada di bawah tekanan yang terus meningkat selama satu bulan terakhir. Turki telah diharapkan untuk meningkatkan dukungannya bagi koalisi internasional dalam melawan kaum militan ISIS. Namun sejauh ini, Ankara menolak untuk menggunakan pasukannya sendiri atau bahkan mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan udara Incirlik di Provinsi Adana.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.