Kompas.com - 26/09/2014, 16:22 WIB
EditorErvan Hardoko
DOHA, KOMPAS.com - Emir Qatar membantah tuduhan bahwa negerinya menjadi penyandang dana kelompok-kelompok ekstremis di Suriah dan menegaskan komitmen negeri itu dalam kampanye melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang dipimpin AS.

"Kami tak mendanai ektremis. Jika Anda berbicara tentang sejumlah kelompok terutama di Suriah dan Irak, kami menganggap mereka adalah gerakan teroris," kata Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dalam wawancara dengan CNN yang disiarlan Kamis (25/9/2014).

"Namun terdapat perbedaan. Beberapa negara dan beberapa orang yakin bahwa semua organisasi yang memiliki latar belakang Islam adalah teroris. Itu yang tidak kami terima," tambah Sheikh Tamim.

Beberapa waktu belakangan ini Qatar dituding membiayai ISIS dan Ikhwanul Muslimin yang ditetapkan pemerintah menjadi organisasi terlarang.

Namun, negeri kecil kaya minyak yang juga menjadi tempat salah satu basis militer AS terbesar di kawasan itu, kini bergabung dengan Washington melawan ISIS yang menguasai sebagian wilayah Suriah dan Irak.

"Kami diminta oleh kawan-kawan Amerika untuk bergabung dan kami memenuhi permintaan itu," ujar Sheikh Tamim menegaskan keterlibatannya dalam kampanye AS itu.

Meski demikian, Sheikh Tamim menegaskan tujuan utama kampanye militer di Suriah adalah bukan hanya mengalahkan kelompok-kelompok ekstremis semata. Tujuan utama kampanye militer ini adalah menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad.

"Tujuan utama dari kampanye militer ini adalah rezim pemerintah Suriah yang harus mendapat hukuman," lanjut Sheikh Tamim.

"Jika kita hanya berpikir untuk menyingkirkan kelompok ekstremis dan membiarkan rezim pemerintah melakukan apa yang mereka mau, maka kelompok-kelompok ekstrem akan terus bermunculan," Emir Qatar memperingatkan.


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.