ICC: Tak Ada Alasan untuk Selidiki Korea Utara

Kompas.com - 23/06/2014, 22:23 WIB
Ilustrasi WiredIlustrasi
EditorErvan Hardoko
DEN HAAG, KOMPAS.com - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Senin (23/6/2014), mengatakan tidak adalah "basis rasional" untuk menggelar investigasi apalah Korea Utara harus didakwa melakukan kejahatan perang karena sejumlah serangan terhadap Korea Selatan.

Jaksa utama ICC, Fatou Bensouda mengatakan tidak ada alasan rasional untuk memulai investigasi terhadap dua insiden maut pada 2010 yaitu serangan artileri di Pulau Yeonpyeong dan tenggelamnya kapal perang Korsel, Cheonan.

ICC meluncurkan penyelidikan awal pada 2010 setelah jaksa saat itu Luis Moreno-Ocampo menerima "komunikasi" terkait dua insiden itu.

Pada 23 Maret 2010, kapal korvet AL Korea Selatan, Cheonan, tenggelam di perairan sengketa di Laut Kuning yang menewaskan 46 orang pelaut. Seoul dan tim penyelidik internasional menuding kapal itu tenggelam karena tembakan torpedo dari kapal Korea Utara.

Lalu pada November 2010, Pyongyang melancarkan serangan artileri ke Pulau Yeonpyeong menewaskan dua marinir dan warga sipil Korea Selatan. "Setelah melalui penilaian seksama, terkait Cheonan, kesimpulan bahwa serangan itu diarahkan ke sebuah target militer tidak memenuhi definisi sebuah kejahatan perang," kata ICC.

Sementara itu terkait serangan di Pulau Yeonpyeong, ICC menyimpulkan meski tembakan artileri itu menewaskan warga sipil, informasi yang diperoleh tidak menyediakan sebuah alasan rasional untuk meyakini bahwa tembakan itu diarahkan kepada warga sipil.

Korea Utara sendiri sudah membantah terlibat dengan tenggelamnya kapal perang Cheonan dan balik menuding Korea Selatan melakukan provokasi dengan menembaki perairan yang diklaim Korea Utara.

Kedua Korea secara teknis masih terlibat perang karena Perang Korea yang terjadi pada 1950-1953 diakhiri dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X