Kompas.com - 15/06/2014, 17:53 WIB
Bendera Uni Eropa terlihat di luar markas Komisi Eropa di Brussels. ReutersBendera Uni Eropa terlihat di luar markas Komisi Eropa di Brussels.
EditorBambang Priyo Jatmiko

BRUSSELS, KOMPAS.com - Komisi Perluasan Uni Eropa yang dipimpin Stefan Fule akan kembali menggelar pembicaraan baru dengan Turki, menyusul keinginan negara tersebut untuk bergabung dengan 28 negara lain dalam Uni Eropa.

Sebagaimana dikutip dari AFP, Minggu (15/6/2014) Komisi tersebut dijadwalkan akan bertemu pejabat senior Turki pada Senin dan Selasa besok, termasuk dengan Presiden dan Menteri Luar Negeri, Menteri Kehakiman dan Kepala Mahkamah Konstitusi Turki.

Selain bertemu dengan pejabat tinggi Turki, Komisi Perluasan UE juga akan bertemu kelompok kerja keanggotaan Uni Eropa Turki. Kelompok kerja ini bertugas melakukan kajian atas reformasi di Turki, yang diperlukan sebelum bergabung Uni Eropa.

Turki sebelumnya telah memulai pembicaraan untuk bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2005, namun pembicaraan awal tidak ada kemajuan yang berarti. Saat itu pihak Turki berang dengan Uni Eropa yang terus mendengungkan isu hak asasi manusia.

Negosiasi sempat dilanjutkan akhir tahun setelah tiga tahun dihentikan. Akan tetapi, skandal korupsi yang melibatkan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dan meletusnya protes anti-pemerintah telah menimbulkan kekhawatiran baru bagi Uni Eropa.

Untuk meredam aksi protes, pemerintah Turki mengambil tindakan keras. Namun, Uni Eropa memperingatkan bahwa negara manapun yang bernegosiasi untuk bergabung di Uni Eropa harus menjamin hak asasi manusia, termasuk kebebasan berkumpul dan berserikat bagi warganya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X