Kompas.com - 20/04/2014, 02:10 WIB
Warga menyemprotkan disinfektan untuk mensterilkan perlengkapan dari virus ebola sebelum digunakan, di sebuah kawasan di Conakry, Guniea. AFP PHOTO / CELLOU BINANIWarga menyemprotkan disinfektan untuk mensterilkan perlengkapan dari virus ebola sebelum digunakan, di sebuah kawasan di Conakry, Guniea.
EditorErvan Hardoko
CONAKRY, KOMPAS.com - Sejak Januari lalu, virus ebola yang merebak di Guinea sudah menewaskan 61 orang dari 109 orang yang dipastikan terpapar virus mematikan itu. Demikian penjelasan pemerintah Guinea, Sabtu (19/4/2014).

"Mulai saat ini, analisa biologis akan dilakukan lebih cepat dan korban tewas tidak akan termasuk mereka yang belum positif teridentifikasi terjangkit ebola," kata juru bicara pemerintah Guinea, Damantang Albert Camara.

Kota yang paling parah terjangkit ebola adalah Gueckedou, yang terletak di sebelah selatan negeri itu. Di kota ini dari 58 orang yang dipastikan terjangkit ebola, 34 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara di ibu kota Conakry, terdapat 36 kasus positif ebola dan 15 orang penderita penyakit ini sudah meninggal dunia. Virus mematikan ini sudah menyeberang ke negeri tetangga Guinea, Liberia yang memastikan enam orang warga negeri itu terjangkit ebola.

Sejauh ini pemerintah Liberia masih menyelidiki 27 kasus deman yang disertai pendarahan dan 13 kematian warga. Pemeriksaan ini untuk memastikan apakah mereka sudah terjangkiti ebola.

Hingga kini belum ditemukan vaksin ebola, penyakit yang bisa ditularkan dari darah atau cairan tubuh dari hewan liar yang sakit atau mati.

Virus itu kemudian sangat mudah menjangkiti manusia cukup melalui kontak dengan darah yang terinfeksi ebola, cairan serta jaringan tubuh penderita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penyebaran penyakit ini hanya bisa dihentikan dengang mengisolasi penderita dalam kondisi yang sangat bersih dan mengkarantina mereka yang diduga telah melakukan kontak dengan penderita ebola.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.