Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/10/2013, 17:42 WIB
EditorErvan Hardoko
VOLGOGRAD, KOMPAS.com — Sebuah kamera video yang ditempatkan pada dasbor sebuah mobil merekam detik-detik meledaknya sebuah bus kota di Volgograd, Rusia, yang menewaskan enam orang dan melukai belasan orang lainnya.

Rekaman dramatis itu menunjukkan ledakan menghancurkan bus yang melaju di lajur kanan yang dipayungi pepohonan. Saat bus berhenti, para penumpang berhamburan melalui pintu dan jendela dengan sangat panik.

"Terdengar ledakan, dan pecahan kaca berhamburan dari jendela bus," kata seorang saksi mata bernama Ivan.

Serangan bom ini terjadi hanya empat bulan sebelum Rusia menghelat olimpiade musim dingin di Sochi pada Februari mendatang. Oleh karenanya, Presiden Vladimir Putin memerintahkan peningkatan keamanan di sekitar kota wisata Laut Hitam itu.

Aparat keamanan Rusia menyebut bom yang menghancurkan bus di Volgogran itu merupakan aksi bom bunuh diri, dan pelakunya adalah seorang perempuan asal Dagestan, Nadia Asiyalova (30).

Sejumlah laporan menyebut Nadia menderita penyakit mematikan yang kemungkinan adalah penyakit terkait kesehatan tulang.

Nadia diduga kuat berasal dari daerah konflik di Kaukasus utara di wilayah selatan Rusia yang selama lebih dari satu dekade diguncang pemberontakan setelah dua perang kemerdekaan Chechnya.

Nadia juga diyakini adalah istri komandan pemberontak bernama Dmitry "Si Jerapah" Sokolov dan baru saja memeluk Islam. Skolov sempat dikabarkan sudah tewas. Namun ternyata, dia masih hidup dan menjadi buron aparat keamanan Rusia.

"Berdasarkan penyelidikan awal, seorang perempuan Dagestan, Naida Asiyalova (30), meledakkan dirinya," demikian pernyataan komite investigasi Rusia.

"Dia naik ke dalam bus di salah satu halte dan dia meledakkan diri tak lama setelah memasuki bus," tambah penyidik.

Di Rusia, pelaku bom bunuh diri perempuan disebut "janda hitam" karena biasanya suami mereka tewas oleh aparat keamanan Rusia.

Suami Nadia, Dmitry Sokolov, berasal dari Siberia. Ia diketahui memeluk Islam pada 2010 dan sudah memerintahkan seorang perempuan melakukan aksi bom bunuh diri di ibu kota Dagestan, Makhachkala.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Daily Mail
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.