Kompas.com - 10/09/2013, 11:35 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — The Human Rights Watch (HRW) dalam catatan investigasinya mengatakan kuat dugaan korban tewas pada serangan di Damaskus, Suriah, 21 Agustus 2013, terkena gas beracun.

Menurut warta AP pada Selasa (10/9/2013), HRW merilis laporannya itu di New York, AS. "Kami sampai pada kesimpulan seusai menganalisis jumlah saksi mata, informasi dari sumber-sumber penerangan, penggunaan senjata hingga rekam medis para korban," kata HRW.

Sementara itu, pihak AS mengatakan bahwa pasukan Pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia dalam penyerangan tersebut di atas. Alhasil, masih menurut AS, jumlah korban tewas mencapai 1.400 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.