Kepercayaan Komunitas Internasional Terganggu bila Mendiamkan Suriah

Kompas.com - 05/09/2013, 14:56 WIB
Jenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia. AFP PHOTO / HO / LOCAL COMMITEE OF ARBEENJenazah diletakkan di kamar mayat darurat yang diklaim tewas dalam serangan gas beracun oleh pasukan pro-pemerintah di Ghouta timur, di pinggiran Damaskus, 21 Agustus 2013. Kelompok oposisi Suriah menuduh rezim membantai 1.300 orang dalam serangan senjata kimia.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Presiden AS Barack Obama dalam lawatannya di Swedia sebelum bertolak ke Saint Petersburg, Rusia, mengatakan kalau langkah menyerang Suriah justru untuk mempertahankan kepercayaan komunitas dunia. Menurutnya, justru kalau dunia mendiamkan Suriah, kepercayaan itu bisa terganggu. "Saya menaruh hormat kepada penyelidik PBB yang mengumpulkan bukti-bukti dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah," katanya usai melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri (PM) Swedia Fredrik Reinfeldt di Stockholm sebagaimana warta AP pada Kamis (5/9/2013).

Soal senjata kimia itu, Obama mengatakan dengan percaya diri kalau Presiden Suriah Bashar al-Assad berada di belakangnya. "Dia yang memerintahkan penggunaan senjata kimia," kata Obama.

Obama juga menambahkan kalau AS tidak akan tinggal diam jika terjadi tindak kekejaman di Suriah. "AS akan bertindak," katanya.  

Sementara itu, PM Fredrik Reinfeldt mengatakan, Swedia mengecam penggunaan senjata kimia di Suriah. "Tetapi, Swedia menegaskan solusi politik dalam kerangka kerja PBB adalah jalan satu-satunya," kata Reinfeldt.

Kunjungan Obama ke Swedia menuai protes pula. Para aktivis anti-AS mengatakan menolak serangan militer AS ke Suriah. Menurut mereka, serangan itu adalah bentuk perang imperialisme sama halnya dengan yang terjadi di Afganistan dan Irak.


Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X