Kompas.com - 28/08/2013, 19:08 WIB
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Sejak Rabu (28/8/2013) pagi, serial serangan bom di ibu kota Irak, Baghdad menewaskan 32 orang. Polisi juga mengatakan kalau insiden kekerasan itu melukai sedikitnya 152 orang.

Tercatat, tulis AP, 12 serangan bom mobil yang terjadi hari ini. Kata pihak Kementerian Dalam Negeri, sebuah serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah restoran di dekat kota Mahmoudiyah.

Satu dari serangan-serangan bom mobil itu terjadi di Sadr, sebelah Timur Baghdad. Di situ, terdapat 3 korban tewasn dan 17 luka.

Serangan bom lainnya terjadi di Distrik Al-Doulai di Barat Laut Baghdad. Jatuh korban tewas sebanyak 4 orang dan 20 lainnya terluka.

Terus, sebuah serangan bom mobil Distrik Baghdad Baru menewaskan lima orang. Kekerasan itu juga melukai 15 orang lainnya.

Kemudian, di Distrik Saidiyah, Selatan Baghdad, bom mobil membunuh 2 orang dan melukai 14 lainnya.

Tak cuma itu, ledakan bom mobil juga terjadi di Distrik Jesr Diyala, Tenggara Baghdad. Di situ, 6 orang tewas dan 21 lainnya luka.

Selanjutnya, di Distrik Baiyaa, Selatan Baghdad, 1 orang tewas dan 12 lainnya terluka. Penyebabnya, ledakan bom mobil.

Masih soal bom mobil. Di Distrik Shula, Barat Laut Baghdad, bom mobil membunuh 2 orang dan melukai 11 orang.

Sejatinya, pada Rabu pagi, bom bunuh diri meledak di sebuah pos polisi di Distrik Hurriyah. Kejadian itu menewaskan sedikitnya 3 orang dan melukai 8 orang.

Restoran dan persimpangan


Bom bunuh diri juga menghantam sebuah restoran di Mahmoudiyah. Kota ini letaknya 30 kilometer Selatan Baghdad. Di restoran itu terbunuh 2 orang dan 9 orang terluka.

Di sebuah persimpangan yang sibuk di Shaab, Timur Laut Baghdad, dua bom mobil meledak. Kejadian itu membunuh 3 orang dan melukai 15 orang.

Bom mobil pun meledak di sebuah pasar gorsir di Jamiela, Timur Baghdad. Kekerasan di sini menewaskan sedikitnya 1 orang dan melukai 10 lainnya.

Kendati begitu, tim penjinak bom kepolisian Shula berhasil menjinakkan sebuah bom mobil. Tercatat, tak satu pun korban jatuh.

Gara-gara dikepung bom itu, banyak ambulans dan mobil warga sipil dimintai bantuan mengirim korban ke berbagai rumah sakit.

Sampai kini, Irak menjadi saksi merebaknya kembali kekerasan sejak 2006. Bahkan, rerata kematian lantaran aksi itu mencapai 3.000 orang per bulan.

Catatan Misi Bantuan PBB menunjukkan Juli 2013 adalah bulan tempat kekerasan menimbulkan korban tewas terbanyak selam lima tahun ke belakang. Angkanya mencapai seribu warga Irak. Korban luka ada 2.300 orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.