Polisi India Tangkap Kepsek Terkait Kasus Makanan Beracun

Kompas.com - 24/07/2013, 20:14 WIB
Para siswa di India melakukan aksi unjuk rasa terkait kematian 22 orang pelajar di Negara Bagian Bihar setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan sekolah. RAVEENDRAN / AFPPara siswa di India melakukan aksi unjuk rasa terkait kematian 22 orang pelajar di Negara Bagian Bihar setelah menyantap makanan gratis yang dibagikan sekolah.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com — Kepolisian India, Rabu (24/7/2013), menangkap kepala sekolah tempat 23 siswanya meninggal dunia akibat makanan gratis beracun belum lama ini.

"Ibu kepala sekolah yang menghilang selama lebih dari sepekan ditahan saat hendak menyerahkan diri ke pengadilan," kata perwira polisi distrik Saran, Negara Bagian Bihar, Sujit Kumar.

Anak-anak sekolah di Bihar itu jatuh sakit beberapa menit setelah menyantap nasi dengan kari kedelai dan kentang pada 16 Juli lalu.

Mereka muntah-muntah dan menderita kejang perut. Puluhan siswa meninggal dunia di rumah sakit saat tengah perawatan di rumah sakit.

Hasil pemeriksaan tim forensik menunjukkan bahwa makanan yang disantap anak-anak itu terkontaminasi monocrotophos, satu jenis pestisida mematikan yang dilarang di banyak negara.

Polisi mengatakan, kepala sekolah itu merupakan kunci untuk menguak misteri proses pestisida berbahaya tersebut bisa berada di dalam makanan untuk anak-anak itu.

Polisi sudah mencari ibu kepala sekolah itu sejak dia kabur dari distrik tempat sekolahnya berada.

Makan siang gratis merupakan bagian dari skema makan siang yang melayani 120 juta anak-anak dan bertujuan untuk memerangi malanutrisi dan mendorong minat bersekolah.

Namun, sejumlah kalangan mempertanyakan soal keamanan dan kesehatan makanan yang diberikan itu.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X