Kompas.com - 21/07/2013, 02:42 WIB
Seorang perempuan yang mengenakan jilbab, melintas di dekat polisi Perancis yang berjaga-jaga di kota Trappes setelah aksi unjuk rasa warga yang berujung kerusuhan. Perancis yang sekuler sejak 2011 melarang perempuan di negeri itu mengenakan kerudung, hijab, burka dan sejenisnya. MIGUEL MEDINA / AFPSeorang perempuan yang mengenakan jilbab, melintas di dekat polisi Perancis yang berjaga-jaga di kota Trappes setelah aksi unjuk rasa warga yang berujung kerusuhan. Perancis yang sekuler sejak 2011 melarang perempuan di negeri itu mengenakan kerudung, hijab, burka dan sejenisnya.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com - Lima orang cedera dan enam orang ditahan dalam kerusuhan setelah polisi Perancis melakukan tindakan untuk menjalankan undang-undang yang melarang perempuan menggunakan burka, hijab atau kerudung.

Sekitar 250 orang melempari polisi dengan batu, yang kemudian membalas dengan tembakan gas air mata dalam bentrokan di sebelah barat ibu kota Paris, Jumat (19/7/2013) malam waktu setempat.

Kerusuhan ini menunjukkan ketegangan antara polisi yang menegakkan kebijakan sekuler Perancis dan kelompok yang menganggap larangan mengenakan hijab adalah diskriminasi terhadap Islam.

Akibat kerusuhan di kota Trappes ini, kepala kepolisian setempat Erard Corbin de Mangoux meminta agar warga tetap tenang.

"Pasukan polisi akan tetap dalam posisinya selama diperlukan. Bukan sebagai provokasi namun untuk memberi jaminan keamanan untuk 30.000 warga kota Trappes," kata Erard.

Sejumlah tong sampah dibakar dan sebuah halte bus dihancurkan dalam bentrokan itu. Sementara selongsong peluru gas air mata terlihat jelas di jalanan kota.

Sementara itu, seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun dikabarkan mengalami luka serius di mata setelah terlibat dalam kerusuhan itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah tragedi sebab remaja itu mengalami luka cukup serius. Kami belum tahu bagaimana kejadiannya karena remaja itu belum bisa berbicara. Saat ini kami juga belum mendapatkan saksi kejadian," kata jaksa penuntut Vincent Lesclous.

Kerusuhan itu dipicu aksi protes terkait penahanan seorang pria yang istrinya mendapat hukuman denda karena mengenakan hijab.

Jaksa setempat mengatakan pria itu ditangkap setelah mencoba mencekik polisi yang "memberi tilang" kepad istrinya.

Sejak 2011, Perancis sudah melarang penggunaan kerudung atau hijab. Bagi perempuan yang menggunakan hijab maka akan dikenai hukuman denda.

Sementara, hukuman denda yang cukup besar yaitu 26.000 pounsterling dijatuhkan bagi siapapun yang memaksa perempuan mengedakan hijab atau kerudung.



Sumber Sky News

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X