Kompas.com - 15/07/2013, 17:06 WIB
Seorang petugas mengawasi jalan yang menuju kawasan industri Kaesong, Korea Utara. Kawasan industrin yang diongkosi Korea Selatan ini dibangun pada 2004 dan menampung lebih dari 120 pabrik dan mempekerjakan setidaknya 53.000 warga Korea Utara. Namun, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, pemerintah Korea Utara memutuskan untuk menutup kawasan industri ini untuk sementara. JUNG YEON-JE / AFPSeorang petugas mengawasi jalan yang menuju kawasan industri Kaesong, Korea Utara. Kawasan industrin yang diongkosi Korea Selatan ini dibangun pada 2004 dan menampung lebih dari 120 pabrik dan mempekerjakan setidaknya 53.000 warga Korea Utara. Namun, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea, pemerintah Korea Utara memutuskan untuk menutup kawasan industri ini untuk sementara.
|
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com — Kegagalan pembicaraan sesi ketiga antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) menjadi penanda kalau kedua Korea belum seiya sekata soal Kaesong. Warta Yonhap mengemukakan hal itu pada Senin (15/7/2013). "Kedua pihak gagal mencapai perjanjian pada pembicaraan ini," kata pihak Seoul.


Pembicaraan sesi ketiga itu dihelat di Kaesong. Ada dua tahap pembicaraan dalam kesempatan tersebut. Tahap pertama merupakan dialog masing-masing tiga anggota delegasi. Kemudian, tahap kedua adalah pembicaraan tingkat ketua delegasi.

Topik pembicaraan pada sesi ketiga adalah upaya menormalisasi kompleks industri ini pascapenutupan sepihak oleh Korut pada April silam. Pihak Selatan meminta Pyongyang bertanggung jawab atas kerusakan perusahaan-perusahaan Korsel gara-gara kebijakan satu pihak tersebut.

Pihak Korsel juga minta agar Kaesong dikembangkan menjadi kawasan industri internasional. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan asing bisa berinvestasi lebih leluasa di Kaesong.

Sementara, Korut menuding Korsel sebagai biang keladi penutupan Kaesong. Soalnya, Korsel memanaskan situasi di Semenanjung Korea dengan latihan militer bersama dengan Amerika Serikat. "Kami meminta Korsel mempercepat pembukaan Kaesong usai pekerjaan pemeliharaan," kata pihak Pyongyang.

Hingga kini, Kaesong menjadi tempat berinvestasi 123 perusahaan Korsel dengan mengoperasikan pabrik-pabrik di kawasan itu. Sejak penutupan, 53.000 pekerja terpaksa kehilangan pekerjaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.