Kompas.com - 09/07/2013, 10:53 WIB
Osama bin Laden tewas setelah disergap pasukan AS di Abbotabad. BBCOsama bin Laden tewas setelah disergap pasukan AS di Abbotabad.
EditorEgidius Patnistik
Sebuah laporan pemerintah yang bocor mengatakan, Pakistan tidak mampu dan lalai dalam mendeteksi keberadaan Osama bin Laden yang tinggal hampir satu dekade di negara itu.

Versi laporan bocor yang diterima oleh stasiun televisi Al-Jazeera mengatakan bahwa pembunuhan Bin Laden oleh pasukan AS merupakan sebuah "aksi kriminal pembunuhan" yang diperintahkan oleh Presiden Barack Obama.

Laporan pemerintah juga mengungkap secara detail tentang keberadaan pemimpin Al Qaeda dan kehidupan sehari-harinya setelah dia meninggalkan Afganistan pada tahun 2001.

Bin Laden tewas dibunuh oleh pasukan AS pada bulan Mei 2011.

Kecurigaan AS terhadap lokasi Bin Laden pada saat itu sempat dimentahkan oleh Pemerintah Pakistan.

Hanya asumsi

Aksi pasukan khusus AS, Navy Seal, dalam penyergapan Osama bin Laden sempat membuat hubungan kedua negara memanas.

Tidak lama setelah aksi pasukan AS tersebut, Parlemen Pakistan meminta dibentuknya tim penyelidik independen—Komisi Abbotabad—untuk mencari tahu apakah kegagalan pemerintah dalam mendeteksi keberadaan Bin Laden karena ketidakmampuan pemerintah atau karena adanya kolusi dengan Al Qaeda.

Tim ini juga ditugaskan untuk menyelidiki kegagalan intelijen Pakistan dalam mendeteksi kegiatan CIA yang melakukan serangan di negara tersebut, yang menurut mereka telah mempermalukan rakyat Pakistan.

Laporan mengatakan bahwa intelijen Pakistan juga gagal mendeteksi kegiatan yang tidak biasa selama enam tahun Osama bin Laden bersembunyi di Abbotabad.

Kepala Komisi Abbotabad, Javed Iqbal, yang mengomentari tentang kebocoran laporan tersebut mengatakan kepada televisi Pakistan, Dunya TV, bahwa laporan yang bocor itu hanya berdasarkan asumsi dan isinya tidak termasuk di dalam 100 rekomendasi yang dibuat oleh komisi itu berdasarkan temuan yang mereka dapatkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X