Ratusan Tentara Anak Dibebaskan Kelompok Bersenjata di Sudan Selatan - Kompas.com

Ratusan Tentara Anak Dibebaskan Kelompok Bersenjata di Sudan Selatan

Kompas.com - 07/02/2018, 19:55 WIB
Anak-anak di Sudan Selatan menampilkan tarian dan nyanyian tradisional saat menyambut rombongan UNESCO di Juba, pada Desember 2017 lalu.Albert Gonzalez Farran / AFP Anak-anak di Sudan Selatan menampilkan tarian dan nyanyian tradisional saat menyambut rombongan UNESCO di Juba, pada Desember 2017 lalu.

JUBA, KOMPAS.com - Lebih dari 300 tentara anak telah dibebaskan oleh kelompok bersenjata di kota Yambio, Sudan Selatan. Setelah bebas, anak-anak tersebut akan dibantu agar dapat kembali ke masyarakat.

Dilaporkan Lembaga Misi PBB untuk Sudan Selatan (UNMISS) pada Rabu (7/2/2018), sebanyak 311 anak-anak, dengan 87 di antaranya anak perempuan, yang sempat bergabung dengan kelompok bersenjata, telah dibebaskan.

Menurut UNMISS, pembebasan tentara anak kali ini menjadi yang pertama kali dengan jumlah anak perempuan terbanyak.

"Ini pertama kalinya begitu banyak anak perempuan yang dibebaskan seperti ini di Sudan Selatan," kata David Shearer, perwakilan khusus Sekjen PBB sekaligus Kepala UNMISS.

Baca juga: Yaman Tangkap Tentara Anak-anak Houthi

"Anak-anak perempuan tersebut rentan mengalami penderitaan, seperti pelecehan seksual. Karenanya sangat penting bagi mereka mendapat dukungan agar dapat kembali ke masyarakat, diterima dengan baik oleh keluarga dan teman-temannya tanpa adanya stigma negatif," tambah Shearer dikutip AFP.

Sudan Selatan kembali dilanda peperangan usai merdeka pada 2011. Konflik kembali terjadi usai Presiden Salva Kiir menuduh mantan wakil yang juga saingan politiknya Riek Machar merencanakan kudeta.

PBB melakukan program pengintegrasian di Yambio yang bertujuan untuk membantu 700 tentara anak kembali ke kehidupan normal.

Dari jumlah tersebut, 563 adalah bagian dari kekuatan militer negara, sementara 137 berada di kelompok pemberontak.

Baca juga: Lebih 300 Tentara Anak ISIS Tewas di Mosul

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB bekerja sama dengan UNICEF sedang menegosiasikan pembebasan tentara anak-anak di wilayah lain, terutama di timur dan utara negara tersebut.

"Anak-anak tidak seharusnya membawa senjata dan membunuh satu sama lain. Mereka harus dilindungi dan dihargai oleh orang dewasa di sekitar mereka," kata Shearer.


Komentar

Close Ads X