Ledakkan Diri Saat Dikepung Militan, Pilot Rusia Raih Medali Tertinggi - Kompas.com

Ledakkan Diri Saat Dikepung Militan, Pilot Rusia Raih Medali Tertinggi

Kompas.com - 06/02/2018, 18:06 WIB
Mayor Roman Filipov (34) tewas di Suriah akhir pekan lalu.Russia Today Mayor Roman Filipov (34) tewas di Suriah akhir pekan lalu.

MOSKWA, KOMPAS.com - Mayor Roman Filipov yang pesawatnya ditembak jatuh kelompok militan di Suriah dan meledakkan diri saat sudah terkepung, dianugerahi gelar pahlawan.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, pesawat Su-25 yang diterbangkan Filipov jatuh di provinsi Idlib, Rusia saat menjalani patroli rutin.

Pesawat jet itu ditembak jatuh peluru  yang dilepaskan dari sebuah sistem pertahanan udara portabel (MANPAD).

Rekaman video yang dramatis memperlihatkan, peswat Sukhoi itu kehilangan ketinggian dengan satu mesinnya terbakar.

Baca juga : Ini untuk Teman-teman Kami!...

Pilot mencoba keras mengendalikan pesawat yang sudah rusak itu dan sempat melaporkan kondisinya sebelum jet itu jatuh.

Filipov berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi lontar tetapi mendarat di area yang masih dikuasai kelompok militan.

Sebagian besar wilayah provinsi Idlib masih dikuasai kelompok Tahrir al-Sham atau sebelumnya dikenal dengan nama Front Al-Nusra.

Saat anggota kelompok itu menyerang Filipov, dia mancabut pistolnya lalu bertarung.

Sejumlah foto yang diunggah ke dunia maya menunjukkan Filipov setidaknya menghabiskan dua magasin peluru dalam pertarungan itu.

Saat Filipov terluka parah, anggota kelompok Tahrir al-Sham mengepung dia. Saat itulah Filipov meledakkan granatnya.

Keberanian Filipov membuat Kementerian Pertahanan Rusia memberikan medali tertinggi bagi pria itu, yaitu Medali Pahlawan Rusia.

Sejauh ini tidak banyak diungkap latar belakang Filipov tetapi menurut media massa Rusia, pilot ini berusia 34 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan seorng putri.

Pria kelahiran kota Voronezh, sekitar 465 kilometer sebelah selatan  Moskwa ini adalah lilusan akademi penerbangan militer Krasnodar.

Dia kemudian bertugas di Rusia Timur Jauh, dengan prestasi yang terus menjulang dengan jabatan terakhir wakil komandan skuadron.

Di Suriah, Filipov sukses melakukan belasan operasi militer termasuk menghancurkan kelompok militan dan mengawak konvoi kemanusiaan ke wilayah aman.

Baca juga : Turki Serahkan Jenazah Pilot Rusia ke Moskwa

Jet Su-25 yang diterbangkan Filipov merupakan pesawat kedua milik Rusia yng jatuh dalam pertempuran.

Pesawat pertama jatuh pada November 2015, tak lama setelah melakukan tugas. Pesawat pengebom Su-24M itu ditembak jatuh pesawat F-16 milik AU Turki.


EditorErvan Hardoko
Komentar

Close Ads X