Kompas.com - 29/11/2015, 18:51 WIB
EditorEgidius Patnistik
ANKARA, KOMPAS.com - Jenazah seorang pilot Rusia, yang tewas saat pesawatnya ditembak jatuh Turki pekan lalu, akan diserahkan kepada perwakilan Rusia setelah diambil dari Suriah. Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu, mengemukakan hal itu Minggu (29/11/2015).

"Pilot yang kehilangan nyawanya dalam pelanggaran wilayah udara sudah kami terima di perbatasan (Suriah) tadi malam," kata Davutoglu kepada wartawan di Istanbul sebelum berangkat ke pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa di Brussels.

Davutoglu menambahkan, seorang pejabat Rusia akan segera melakukan perjalanan ke wilayah Hatay selatan bersama seorang pejabat militer Turki untuk mengambil jenazah tersebut.

Kedutaan Rusia di Turki mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa jenazah Oleg Peskov, nama pilot tersebut, akan diterbangkan pada hari Minggu dari Hatay ke sebuah lapangan terbang di Ankara. Duta besar Rusia akan menerima jenazah itu di sana.

Kapan jenazah tersebut diterbangkan ke Rusia masih harus dikonfirmasi, kata Juru Bicara Kedutaan Rusia, Igor Mityakov, seperti dikutip.

Salah satu dari dua pilot pesawat yang jatuh Selasa lalu itu ditembak mati di Suriah setelah terjun dengan parasut dari pesawatnya yang terbakar. Pilot  yang kedua ditemukan aman dan sehat.

Militer Turki mengatakan, sebuah jet tempur Su-24 ditembak jatuh oleh dua pesawat F-16 Turki setelah pesawat tersebut melanggar wilayah udara Turki 10 kali dalam jangka waktu lima menit pada hari Selasa.

Namun Rusia mengatakan, tidak ada peringatan yang telah diberikan dan bahwa pesawat itu tidak melanggar wilayah udara Turki. Rusia pun menuntut permintaan maaf dari Turki.

Insiden tersebut telah menimbulkan hubungan antara kedua negara memburuk. Moskwa, mitra dagang utama dan pemasok energi terbesar Turki, pada hari Sabtu mengumumkan paket sanksi ekonomi terhadap Turki.

"Hubungan Turki dengan Rusia berdasarkan pada pertimbangan saling menguntungkan dan kepentingan bersama. Karena itu, saya mendesak pihak berwenang Rusia untuk mempertimbangan hal itu dan bertindak dengan kepala dingin," kata Davutoglu saat ditanya tentang sanksi Rusia itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.