Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Kompas.com - 29/01/2020, 09:57 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina. AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/Sarah SilbigerPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, pada 28 Januari 2020. Jumpa pers itu diadakan setelah Trump mengumumkan rencana perdamaian Israel dan Palestina.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump akhirnya resmi mengumumkan rencana perdamaian Palestina dan Israel yang disambut reaksi beragam dari seluruh dunia.

Dia mengumumkannya bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, dalam proposal yang disambut kecaman dari Ramallah.

"Bersama, kami bisa melakukannya. Fajar baru di Timur Tengah," ujar Trump ketika mengumumkan rencana perdamaian Palestina dan Israel itu.

Baca juga: Rencana Perdamaian Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Cetak biru dalam penyelesaian salah satu konflik terpanjang di dunia itu disusun berdasarkan arahan menantu sekaligus penasihat Trump, Jared Kushner.

Dia menuturkan, tawaran itu adalah "kesempatan terakhir" bagi Palestina. Dilansir BBC, Selasa (28/1/2020), berikut isi dari "kesepakatan terbesar abad ini" tersebut:

  • AS akan mengakui kedaulatan Israel berdasarkan wilayah yang diakui Trump bagian dari Tel Aviv. Rencana itu menyangkut peta konsep di mana sang presiden menyatakan, menggambarkan kompromi teritorial yang siap dilakukan Israel.
  • Peta itu "dua kali lipat dari teritori Palestina dan menyediakan ibu kota bagi Palestina di kawasan Yerusalem Timur", di mana Trump menyatakan AS akan mendirikan kedutaan. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuturkan, rencana itu bakal memberikan mereka kontrol lebih dari 15 persen atas "kawasan bersejarah Palestina".

Baca juga: RI Protes AS yang Anggap Legal Permukiman Israel di Palestina

  • Yerusalem akan menjadi "ibu kota Israel yang tak terbagi". Baik dua negara saling mengklaim kota tersebut. Ramallah bersikukuh bahwa Yerusalem Timur, yang diduduki Israel saat Perang Enam Hari 1967, adalah ibu kota mereka di masa depan.
  • Rencana itu memberikan kesempatan bagi Palestina untuk "mendapatkan negara independen sesuai kehendak mereka". Namun, Trump tak memberikan banyak rincian.
  • "Tidak ada warga Israel maupun Palestina bakal tercerabut dari rumah mereka. Menandakan permukiman Yahudi di Tepi Barat tidak akan diganggu gugat.
  • Israel akan bekerja dengan pemerintah Yordania untuk memastikan status quo pengelolaan situs suci, dikenal di Yahudi sebagai Kuil Gunung, dan al-Haram al-Sharif oleh Muslim, tidak akan diganggu. Yordania disebut mendapat kepercayaan mengelola kawasan tersebut.
  • Teritori yang diberikan kepada Palestina "bakal tetap terbuka selama empat tahun". Selama itu, Ramallah bisa mempelajarinya, menegosiasikannya, dan kemudian mendapatkan "kriteria negara berdaulat".

Baca juga: Cerita Pemuda Palestina di Gaza yang Kesulitan untuk Menikah...

"Hari ini (Selasa), Israel telah mengambil langkah besar menuju perdamaian," papar presiden 73 tahun itu di Gedung Putih.

Dia mengatakan, visinya mewakili win-win solution bagi dua pihak. Tawaran solusi dua negara yang bisa membuat dua negara sepakat.

Presiden dari Partai Republik itu beralasan, warga Palestina saat ini berada dalam kemiskinan dan kekerasan, serta dieksploitasi menjadi teroris dan ekstremis.

"Mereka berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik," kata Trump dalam konferensi pers di mana dia berdiri di samping Bibi, panggilan Netanyahu.

Sementara Kushner dalam wawancaranya dengan CNN memperingatkan Ramallah untuk tidak "mengacaukan" rencana perdamaian tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber BBC,AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X