Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Kompas.com - 24/01/2020, 17:13 WIB
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/foc/cfoSeorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China dilaporkan membangun rumah sakit hanya dalam waktu 10 hari agar bisa merawat pasien virus corona.

Fasilitas itu terletak tengah Wuhan, kota di Provinsi Hubei, di mana bakal beroperasi secara penuh pada 3 Februari mendatang.

Mereka membangun rumah sakit secara cepat karena jumlah korban meninggal akibat virus corona mencapai 26 orang.

Baca juga: Kemenkes Pastikan Belum Ada Pasien Positif Virus Corona di Indonesia


Dilaporkan CCTV via AFP Jumat (24/1/2020), puluhan ekskavator dan truk terlihat berjibaku di lokasi tempat fasilitas dibangun.

Sementara kantor berita Xinhua memberitakan, fasilitas bakal mempunyai 1.000 ranjang, dan berdiri atas lahan seluas 25.000 meter persegi.

Pemerintah China memutuskan membangun tambahan rumah sakit setelah mereka mulai mengalami kekurangan tempat untuk merawat pasien.

"Fasilitas ini dibuat untuk menutupi kekurangan rumah sakit, dan meningkatkan kapasitas merawat pasien," jelas Xinhua.

Pada 2003 silam, Negeri "Panda" pernah membangun rumah sakit hanya dalam waktu satu pekan di kawasan perkotaan Beijing.

Pembangunan tersebut dilakukan setelah terjadi wabah Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), dengan 349 orang tewas di daratan utama, dan 299 meninggal di Hong Kong.

Otoritas setempat menggunakan sistem prefabrikasi pada rumah sakit di Wuhan, model yang sama pada fasilitas Xiaotangshan.

Kota berpopulasi 11 juta itu menjadi perhatian setelah di sana, virus corona merebak dan total sejauh ini, merenggut 26 orang nyawa.

Pejabat China menyatakan, mereka yakin virus itu berasal dari hewan liar yang berada di pasar ikan Wuhan.

Namun, dengan cepat entitas dengan nama lain virus Wuhan tersebut menyebar dari Asia hingga Amerika Serikat (AS).

Imbasnya, pemerintah pusat memutuskan untuk menutup Wuhan dan delapan kota lainnya, dan berdampak pada 60 juta orang.

Baca juga: Presiden Jokowi Perintahkan Kemenkes Antisipasi Masuknya Virus Corona

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X