Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Kompas.com - 13/12/2019, 20:36 WIB
Polisi Pakistan menembakkan gas air mata ke arah massa pengacara yang menyerang rumah sakit pada Rabu (11/12/2019). Tiga pasien dilaporkan meninggal buntut pertikaian pengacara dan dokter tersebut. EPA via BBC IndonesiaPolisi Pakistan menembakkan gas air mata ke arah massa pengacara yang menyerang rumah sakit pada Rabu (11/12/2019). Tiga pasien dilaporkan meninggal buntut pertikaian pengacara dan dokter tersebut.

LAHORE, KOMPAS.com - Tiga pasen dilaporkan meninggal setelah ratusan pengacara menyerang rumah sakit di Pakistan akibat berselisih dengan dokter.

Dalam video yang beredar, nampak para pengacara itu menerobos masuk ke dalam bangsal penyakit jantung, memukuli pegawai, dan membanting peralatan di sana.

Karena panik, para dokter dan pasien yang tengah bertugas langsung bersembunyi, meninggalkan sejumlah pasien yang kritis.

Baca juga: Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik Hadapi Gugatan Eropa


Polisi anti-huru hara dikerahkan, dan membutuhkan waktu hingga dua jam guna memulihkan situasi dengan 20 orang ditangkap.

Bagaimana Kronologi Kejadiannya?

Serangan itu berawal unjuk rasa yang dilakukan para pengacara terkait tuduhan penganiayaan oleh pegawai rumah sakit terhadap rekan mereka.

Dilansir BBC Indonesia Jumat (13/12/2019), pemicu yang membuat mereka menyerang adalah sebuah video di media sosial.

Dalam video itu yang diunggah pada Selasa malam (10/12/2019), nampak ada seorang dokter yang mengolok-olok pengacara.

Menurut manajemen rumah sakit, 200 orang advokat merangsek masuk Institut Kardiologi Punjab di Lahore, Pakistan, pada Rabu siang (11/12/2019).

Mereka melewati penjagaan sebelum terbagi dalam beberapa kelompok dan berpencar, menyerbu berbagai bangsal dan departemen.

Dalam rekaman, para pengacara yang mengenakan setelan berdasi itu membanting peralatan medis dan memecahkan kaca.

Mereka juga memukuli para star, termasuk Menteri Informasi Punjab, Fayazul Hasan Chauhan, yang datang untuk mengendalikan situasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Iran Siap Bernegosiasi dengan Siapa Pun Kecuali AS

Internasional
Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Dituduh Selingkuh, Penis Pria di Ukraina Dipasang Penjepit Logam oleh Istri

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X