Dilanda Kerusuhan Berdarah, Perdana Menteri Irak Ajukan Mengundurkan Diri

Kompas.com - 29/11/2019, 23:06 WIB
Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi ketika berpidato selama upacara pemakaman Mayor Jenderal Ali al-Lami yang terbunuh di Salahuddin, Baghdad, pada 23 Oktober 2019. REUTERS/KHALID AL-MOUSILYPerdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi ketika berpidato selama upacara pemakaman Mayor Jenderal Ali al-Lami yang terbunuh di Salahuddin, Baghdad, pada 23 Oktober 2019.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Perdana Menteri Irak, Adel Abdul Mahdi, mengumumkan bakal mengundurkan diri di tengah terjadinya kerusuhan berdarah.

Pengumuman itu disampaikan Mahdi dalam siaran televisi, dan terjadi satu tahun setelah dia menjabat pada Oktober 2018.

Baca juga: Kantor Konsulatnya Dibakar, Iran Minta Irak Tangkap Pelakunya

"Saya akan mengajukan surat resmi berisi permintaan mengundurkan diri dari kursi Perdana Menteri Irak," terang Mahdi.

Dilansir AFP Jumat (29/11/2019), pernyataan itu dia sampaikan setelah kerusuhan berdarah yang menewaskan lebih dari 400 orang.

Selain itu, Mahdi menyampaikannya beberapa jam setelah ulama tinggi Syiah, Grand Ayatollah Ali al-Sistani menyerukan pergantian kekuasaan.

Ayatollah al-Sistani juga memperingatkan potensi terjadinya perang sipil akibat bentrokan yang terjadi kawasan selatan.

Pengumuman yang diberikan Mahdi tidak menyebutkan tanggal pasti. Namun parlemen dilaporkan bakal bersidang Minggu (1/12/2019).

Perayaan pecah setelah Mahdi mengumumkannya di Lapangan Tahrir Baghdad, di mana demonstran menjadikannya basis selama dua bulan terakhir.

"Ini adalah kemenangan pertama kami, dan kami berharap bakal datang lebih banyak lagi," terang salah satu pendemo.

Dia mengendarai tuktuk yang mengumandangkan lagu-lagu patriotik. "Ini juga kemenangan bagi martir yang sudah gugur," katanya.

Aksi protes terjadi setelah publik marah atas betapa tingginya korupsi, ekonomi yang rendah, hingga kurangnya layanan publik di Irak.

Kebanyakan warga di sana sering mengalami mati lampu, dan mereka bergantung kepada generator untuk hidup sehari-hari.

Mahdi sebelumnya menawarkan paket reformasi dan reshuffle baru, namun ditolak. Massa menginginkan adanya perubahan mutlak.

Baca juga: Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X