Wisatawan India Mulai Berdatangan, Asia Tenggara Harus Segera Bersiap

Kompas.com - 24/10/2019, 08:00 WIB
Para wisatawan mancanegara asal India mengunjungi salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPara wisatawan mancanegara asal India mengunjungi salah satu pelataran obyek wisata Uluwatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (17/11/2015).

Hal ini kemudian menyebabkan apa yang disebut dengan “zero-dollar tourism”, yang membuat negara atau destinasi tujuan tidak memperoleh pendapatan apa pun dari datangnya wisatawan.

Sebaliknya, ketika kita melihat tiga pemuda yang berwisata ke Bangkok tadi, wisatawan India cenderung lebih mandiri dalam merencanakan perjalanan mereka, yaitu dengan menggunakan aplikasi seperti TrpAdvisor dan Agoda.

Mereka juga tampak lebih menyukai untuk berhubungan langsung dengan pedagang lokal, dibandingkan mengikuti saran dari petunjuk wisata.

Tiga pemuda tersebut mengatakan bahwa mereka setidaknya menghabiskan 1000 Baht untuk makan dan minum setiap harinya. Jumlah tersebut terkadang naik mencapai 800 baht.

Tentu saja, masuknya wisatawan India juga memiliki tantangan dan masalah tersendiri.
Pada Juli 2019, sebuah video kontroversial yang viral di media sosial menunjukkan sebuah keluarga India mengalami penggeledahan atas barang bawaan mereka oleh pihak manajemen hotel tempat mereka menginap di Bali.

Ternyata keluarga India ini mengambil barang-barang fasilitas hotel. Mereka pun dengan berani menawarkan untuk membayar semua barang tersebut ketika diminta keterangan atas perbutan mereka.

Berdasarkan keterangan Ardi, seorang manajer operasional salah satu hotel di Bali, kesulitan terbesar yang dihadapi ketika berhadapan dengan wisatawan India adalah terkait tawar-menawar makanan.

Ardi mengatakan, “Para wisawatawan banyak yang meminta makanan yang disajikan dapat diubah sesuai dengan selera mereka. Mereka juga hampir selalu meminta potongan harga untuk makanan, layanan olahraga air, dan fasilitas pijat. Meskipun fasilitas-fasilitas tersebut sebenarnya tidak tersedia.”

Namun, Ardi juga menjelaskan bahwa permasalahan ini pada dasarnya masih dapat diatasi.
Selain meningkatkan frekuensi jumlah penerbangan langsung antara kota-kota India dan berbagai tujuan pariwisata di Asia Tenggara, salah satu kebijakan lain yang dapat diterapkan adalah kebijakan bebas visa.

Indonesia sudah menerapkan hal tersebut, sementara Thailand juga telah meniadakan biaya visa saat kedatangan. Tentu negara lain juga dapat menerapkan kebijakan serupa atau bahkan menghasilkan kebijakan yang lebih baik.

Di sisi lainnya, ekonomi India masih mungkin mengalami penurunan untuk beberapa waktu ke depan.

Namun, besarnya jumlah wisatawan India dapat menjadi komponen yang harus dipertimbangkan mengenai betapa pentingnya India bagi Asia Tenggara. Wisatawan India kini tengah berdatangan, dan Asia Tenggara harus segera bersiap.

 

 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X