Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh Sepakat Pindah ke Pulau di Teluk Benggala

Kompas.com - 21/10/2019, 11:45 WIB
Kamp pengungsian warga Rohingya di Kutupalong, Ukhia, Bangladesh. AFP / MUNIR UZ ZAMANKamp pengungsian warga Rohingya di Kutupalong, Ukhia, Bangladesh.

DHAKA, KOMPAS.com - Ribuan pengungsi Rohingya yang menempati kamp-kamp pengungsian di Bangladesh dikabarkan telah setuju untuk pindah ke sebuah pulau di Teluk Benggala.

Ini menjadi upaya kesekian kalinya untuk memindahkan ribuan warga Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan etnis yang dialami di kampung halamannya di Rakhine, Myanmar.

Pemerintah Bangladesh telah sejak lama berencana untuk memindahkan sekitar 100.000 warga Rohingya dari kamp pengungsian di perbatasan menuju ke pulau berlumpur di teluk, meski ada kekhawatiran lokasi itu rawan banjir dan terjangan topan.

Pemindahan tersebut dianggap perlu dilakukan karena kamp-kamp pengungsian di perbatasan yang sudah semakin penuh sesak usai ditempati hampir satu juga warga Rohingya.


Baca juga: 3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Sekitar 740.000 Rohingya melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017 dalam menghadapi tindakan keras militer, bergabung dengan sekitar 200.000 pengungsi yang sudah lebih dulu tinggal di pemukiman darurat di Cox's Bazar.

Disampaikan komisaris pengungsi Bangladesh, Mahbub Alam, para pejabat yang mengawasi rencana relokasi akan dikirim ke pulau Bhashan Char, yang menjadi tujuan relokasi, dalam beberapa hari ke depan.

"Sekitar 6.000 hingga 7.000 pengungsi telah menyatakan keinginan mereka untuk dipindahkan ke Bhashan Char. Dan jumlahnya masih terus meningkat," kata Alam kepada AFP dari Cox's Bazar.

Belum diketahui kapan pastinya proses relokasi akan dilakukan, namun sumber dari perwira senior angkatan laut yang terlibat dalam membangun fasilitas di pulau itu mengatakan, relokasi bisa dimulai bulan Desember tahun ini, dengan sekitar 500 pengungsi dikirim setiap hari.

Baca juga: Kisah Pengungsi Rohingya Merajut Asa Lewat Sekolah, Mimpi Jadi Dokter atau Insinyur

Bangladesh telah merencanakan relokasi pengungsi Rohingya ke pulau yang berjarak satu jam dengan kapal dari daratan, sejak tahun lalu.

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa pulau Bhashan Char, yang muncul dari laut hanya sekitar dua dekade lalu, mungkin tidak dapat bertahan dari badai selama musim hujan tahunan.

Dalam setengah abad terakhir, topan yang kuat telah menewaskan ratusan ribu orang di muara sungai Meghna di mana pulau itu berada.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Mengeluh Diejek soal Kumis

Internasional
China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan 'Software' Buatan Asing

China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer dan "Software" Buatan Asing

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 13 Orang Diyakini Meninggal

Internasional
Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Angkut 38 Orang, Pesawat Militer Chile Hilang Saat Terbang ke Antartika

Internasional
Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Bertemu 4 Mata, Putin dan Presiden Ukraina Sepakat Gencatan Senjata

Internasional
Korea Utara Sebut Trump 'Orang Tua yang Tak Sabaran'

Korea Utara Sebut Trump "Orang Tua yang Tak Sabaran"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

[POPULER INTERNASIONAL] Arab Saudi Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita | Sederet Reformasi Saudi

Internasional
Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X