3.500 Pengungsi Rohingya di Bangladesh Dibebaskan untuk Kembali ke Myanmar

Kompas.com - 19/08/2019, 21:53 WIB
Kamp pengungsian warga Rohingya di Kutupalong, Ukhia, Bangladesh. AFP / MUNIR UZ ZAMANKamp pengungsian warga Rohingya di Kutupalong, Ukhia, Bangladesh.

DHAKA, KOMPAS.com - Sekitar 3.500 pengungsi Rohingya di Bangladesh telah dibebaskan untuk kembali ke Myanmar mulai pekan ini, setelah hampir dua tahun mengungsi.

Ratusan ribu warga Muslim Rohingya melarikan diri ke Bangladesh pada Agustus 2017, setelah mendapat serangan militer di Myanmar, yang mengklaim menargetkan kelompok pemberontak bersenjata.

Sekitar 740.000 warga Rohingya bergabung dengan 200.000 orang lainnya yang sudah lebih dulu mengungsi ke Bangladesh.

Antara Bangladesh dengan Myanmar telah mencapai kesepakatan untuk proses pemulangan, namun hampir tidak ada warga Rohingya yang menyatakan bersiap kembali secara sukarela.

Baca juga: Mahathir Janji Bantu Muslim Rohingya Cari Perlindungan di Malaysia

Kendati demikian, komisioner pengungsi Bangladesh, Mohammad Abdul Kalam, tetap optimis dengan rencana proses pemulangan terbaru yang dijadwalkan akan dimulai Kamis (22/8/2019) pekan ini.

Upaya sebelumnya pada November 2018 untuk memulangkan sekitar 2.260 warga Rohingya gagal terlaksana, setelah mereka menolak meninggalkan kamp pengungsian tanpa ada jaminan keselamatan saat mereka kembali ke Myanmar.

"Segalanya telah disiapkan. Titik transit darat telah disiapkan," kata Kalam kepada wartawan, Senin (19/8/2019), seusai pertemuan dengan pejabat Myanmar di Cox's Bazar, Bangladesh tenggara, tempat para pengungsi tinggal di kamp-kamp besar.

Kalam pun kembali menegaskan bahwa tidak akan ada warga Rohingya yang dipaksa kembali selain secara sukarela.

Dilansir AFP, sebanyak 300 warga Rohingya akan dipulangkan setiap harinya, hingga sekitar 3.500 pengungsi yang telah dibebaskan untuk melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman mereka di Myanmar.

Baca juga: Nasib Pengungsi Rohingya, Edarkan Narkoba dan Ditembak Pasukan Bangladesh

Dorongan untuk pemulangan tersebut menyusul dilakukannya kunjungan para pejabat tinggi Myanmar yang dipimpin Menteri Luar Negeri Myint Thu, ke kamp-kamp pengungsian pada bulan lalu.

Kalam menambahkan, para pejabat Myanmar bersama dengan PBB, akan bertemu dengan para pengungsi yang terpilih pada Selasa (20/8/2019), demi mendorong mereka untuk bersedia kembali secara sukarela ke Rakhine.

Etnis Rohingya, yang berasal dari negara bagian Rakhine, dan sebagian besar adalah Muslim, tidak diakui sebagai etnis minoritas resmi oleh pemerintah Myanmar, meski banyak dari mereka yang telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Datang ke Aksi Protes, Seorang Pria Irak Bawa Seekor Singa

Internasional
Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Istri Siksa Perempuan Lain Pakai Mainan Seks, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai 'Anjing Gila'

Korea Utara Ejek Mantan Wapres AS Joe Biden sebagai "Anjing Gila"

Internasional
Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Bocah Jenius Berumur 9 Tahun Ini Bakal Lulus Sarjana, Sudah Berencana Ambil S3

Internasional
Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Wanita Ini Gigit Penis Pacar dan Mengancamnya Pakai Pisau

Internasional
Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Pria di India Kehilangan Sang Istri yang Jadi Bahan Taruhan Judi

Internasional
Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X