Mahathir Janji Bantu Muslim Rohingya Cari Perlindungan di Malaysia

Kompas.com - 21/06/2019, 23:40 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)

BANGKOK, KOMPAS.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, pada Jumat (21/6/2019), menjanjikan bakal membantu umat Muslim Rohingya untuk mencari perlindungan di Malaysia.

Pernyataan tersebut mengulang seruan kepara para pemimpin Asia Tenggara untuk turut bertindak dalam menghentikan penindasan terhadap kelompok minoritas tanpa kewarganegaraan yang terusir dari Myanmar.

Tahun lalu, Mahathir mencela pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi, selama pertemuan ASEAN di Singapura, karena tindakannya mendukung tindakan keras militer terhadap Rohingya.

Kecaman langsung yang disampaikan Mahathit kepada Suu Kyi menjadi hal yang tak biasa di ASEAN, di mana negara anggota biasanya menghindari konfrontasi.

Baca juga: Nasib Pengungsi Rohingya, Edarkan Narkoba dan Ditembak Pasukan Bangladesh

Akan tetapi dampak dari situasi Rohingya telah meluas ke sejumlah wilayah negara di dekatnya, dengan para pengungsi Rohingya yang putus asa berlayar menuju Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pengungsi Rohingya telah berlayar ke Malaysia, negara mayoritas Muslim yang diharap bakal lebih bersimpati terhadap nasib buruk yang menimpa mereka.

Sejumlah pihak khawatirkan hal itu bakal memunculkan rute penyelundupan baru.

Namun Mahathir, pada Jumat, justru menjanjikan untuk terus membantu Rohingya yang berusaha mencapai pantai Malaysia.

"Mereka adalah pengungsi. Selama kami masih mampu, kami akan melakukannya untuk mereka," ujar Mahathir kepada wartawan di sela-sela forum di Bangkok.

"Kami berharap sesuatu dapat dilakukan untuk menghentikan penindasan terhadap Rohingya," lanjutnya, menjelang pertemuan puncak KTT ASEAN.

Kesepakatan antara pemerintah Bangladesh, di mana ratusan ribu pengungsi Rohingya kini tinggal, dengan pemerintah Myanmar, yang sempat dicapai tahun lalu, hingga kini terhenti lantaran tidak ada warga Rohingya yang bersedia secara sukarela kembali karena khawatir akan keamanan dan keselamatan diri mereka.

Baca juga: Kelompok Kriminal dan Ekstremis Kuasai Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Meskipun demikian, berdasar laporan ASEAN yang terungkap awal bulan ini, upaya repatriasi para pengungsi Rohingya ke kampung halamannya di Rakhine, Myanmar masuk dilakukan dan diharapkan selesai dalam dua tahun.

Namun banyak pihak yang meragukan rencana tersebut dapat berhasil, termasuk juga Mahathir.

"Jika kita dalam melakukannya dalam dua tahun, kita akan melakukannya," ujar Mahathir, sembari menambahkan jika dirinya sendiri tidak begitu yakin tentang situasi di lapangan akan menguntungkan untuk pemulangan.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X