Politisi Norwegia Nominasikan "Rakyat Hong Kong" untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2020

Kompas.com - 16/10/2019, 18:59 WIB
Gambar yang dirilis pada 7 September 2019 menunjukkan pria bernama Kakek Wong (85) mengangkat tongkatnya. Dia merupakan anggota dari relawan bernama Protect the Children yang berdiri di antara demonstran dan polisi Hong Kong, dengan harapan bisa meredakan ketegangan. AFP/VIVEK PRAKASHGambar yang dirilis pada 7 September 2019 menunjukkan pria bernama Kakek Wong (85) mengangkat tongkatnya. Dia merupakan anggota dari relawan bernama Protect the Children yang berdiri di antara demonstran dan polisi Hong Kong, dengan harapan bisa meredakan ketegangan.

OSLO, KOMPAS.com - Seorang politisi Norwegia menyebut rakyat Hong Kong yang sedang memperjuangkan demokrasi mereka terhadap pemerintah kota dan China daratan pantas untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Anggota parlemen Norwegia dari Partai Liberal, Guri Melby, dalam akun Twitter miliknya, pada Selasa (15/10/2019), bahkan ingin mengajak untuk menominasikan rakyat Hong Kong sebagai penerima penghargaan internasional itu.

"Saya telah menominasikan rakyat Hong Kong, yang mempertaruhkan hidup dan keamanan mereka setiap hari untuk membela kebebasan berbicara dan demokrasi dasar, untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2020," tulis Melby.

Baca juga: Demonstrasi Tak Kunjung Usai, Lebih dari 40 Persen Warga Hong Kong Ingin Pindah

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan surat kabat Aftenposten, Rabu (16/10/2019), Melby menjelaskan, hal yang dilakukan rakya Hong Kong saat ini telah memberi dampak jauh di luar kota itu, bahkan hingga ke seluruh dunia.

Kota yang merupakan bekas koloni Inggris itu sedang mengalami krisis politik terburuk sejak dikembalikan kepada China pada 1997.

Jutaan orang telah turun ke jalanan kota Hong Kong, yang awalnya menentang RUU Ekstradisi, kini berkembang menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi yang lebih luas.

Para aktivis demokrasi Hong Kong menyebut kebebasan penduduk kota itu sedang dikikis oleh Beijing, yang bertentangan dengan kesepakatan 1997.

Baca juga: Pendemo Hong Kong Garis Keras: Kekerasan Itu Perlu

Inisiatif yang dilakukan Melby itu kemungkinan akan membuat China marah, setelah sebelumnya dalam keputusan Komite Nobel 2010 memberikan penghargaan internasional itu kepada pembangkan China, Liu Xiaobo.

Walaupun Komite Nobel tersebut independen dari pemerintah Norwegia, sebagai tanggapan, Beijing membekukan hubungan dengan negara Skandinavia itu, menangguhkan negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas, serta memblokir impor salmon Norwegia.

Hubungan antara kedua negara tidak kembali normal sejak saat itu, sampai akhirnya pada Desember 2016, Oslo menyatakan komitmennya untuk tidak mendukung segala tindakan yang berpotensi merusak kepentingan China.

Baca juga: Akhiri Konflik Berusia 20 Tahun, Perdana Menteri Ethiopia Raih Nobel Perdamaian

Menominasikan untuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian adalah hal umum, bahkan tahun ini, Komite Nobel harus memilih dari 301 kandidat yang dinominasikan.

Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini dimenangkan oleh Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, atas upayanya dalam menyelesaikan konflik dengan musuh bebuyutan, Eritrea.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Minum Wine Mengandung Alkohol Industri di Pesta Pernikahan, 5 Orang Tewas

Internasional
Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Selfie di Air Terjun Thailand, Turis Perancis Terpeleset dan Tewas

Internasional
Kepalanya Dihantam 'Benda Keras', Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Kepalanya Dihantam "Benda Keras", Pria 70 Tahun di Hong Kong Tewas

Internasional
Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X