Politisi Norwegia Nominasikan "Rakyat Hong Kong" untuk Hadiah Nobel Perdamaian 2020

Kompas.com - 16/10/2019, 18:59 WIB

OSLO, KOMPAS.com - Seorang politisi Norwegia menyebut rakyat Hong Kong yang sedang memperjuangkan demokrasi mereka terhadap pemerintah kota dan China daratan pantas untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian.

Anggota parlemen Norwegia dari Partai Liberal, Guri Melby, dalam akun Twitter miliknya, pada Selasa (15/10/2019), bahkan ingin mengajak untuk menominasikan rakyat Hong Kong sebagai penerima penghargaan internasional itu.

"Saya telah menominasikan rakyat Hong Kong, yang mempertaruhkan hidup dan keamanan mereka setiap hari untuk membela kebebasan berbicara dan demokrasi dasar, untuk Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2020," tulis Melby.

Baca juga: Demonstrasi Tak Kunjung Usai, Lebih dari 40 Persen Warga Hong Kong Ingin Pindah

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan surat kabat Aftenposten, Rabu (16/10/2019), Melby menjelaskan, hal yang dilakukan rakya Hong Kong saat ini telah memberi dampak jauh di luar kota itu, bahkan hingga ke seluruh dunia.

Kota yang merupakan bekas koloni Inggris itu sedang mengalami krisis politik terburuk sejak dikembalikan kepada China pada 1997.

Jutaan orang telah turun ke jalanan kota Hong Kong, yang awalnya menentang RUU Ekstradisi, kini berkembang menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi yang lebih luas.

Para aktivis demokrasi Hong Kong menyebut kebebasan penduduk kota itu sedang dikikis oleh Beijing, yang bertentangan dengan kesepakatan 1997.

Baca juga: Pendemo Hong Kong Garis Keras: Kekerasan Itu Perlu

Inisiatif yang dilakukan Melby itu kemungkinan akan membuat China marah, setelah sebelumnya dalam keputusan Komite Nobel 2010 memberikan penghargaan internasional itu kepada pembangkan China, Liu Xiaobo.

Walaupun Komite Nobel tersebut independen dari pemerintah Norwegia, sebagai tanggapan, Beijing membekukan hubungan dengan negara Skandinavia itu, menangguhkan negosiasi untuk perjanjian perdagangan bebas, serta memblokir impor salmon Norwegia.

Hubungan antara kedua negara tidak kembali normal sejak saat itu, sampai akhirnya pada Desember 2016, Oslo menyatakan komitmennya untuk tidak mendukung segala tindakan yang berpotensi merusak kepentingan China.

Baca juga: Akhiri Konflik Berusia 20 Tahun, Perdana Menteri Ethiopia Raih Nobel Perdamaian

Menominasikan untuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian adalah hal umum, bahkan tahun ini, Komite Nobel harus memilih dari 301 kandidat yang dinominasikan.

Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini dimenangkan oleh Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed, atas upayanya dalam menyelesaikan konflik dengan musuh bebuyutan, Eritrea.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.