Dinyatakan Tak Bersalah Usai Dipenjara 19 Tahun, Pria Australia Ini Dapat Kompensasi Rp 76 Miliar

Kompas.com - 16/10/2019, 13:52 WIB
David Eastman, pria Australia yang dinyatakan tak bersalah atas kasus pembunuhan seorang pejabat tinggi polisi setelah dipenjara selama 19 tahun. DEUTSCHE WELLE / AAP / L. COCHDavid Eastman, pria Australia yang dinyatakan tak bersalah atas kasus pembunuhan seorang pejabat tinggi polisi setelah dipenjara selama 19 tahun.

CANBERRA, KOMPAS.com - Seorang pria Australia yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1995 atas pembunuhan seorang perwira polisi berpangkat tinggi.

Namun pria bernama David Eastman itu dibebaskan 19 tahun kemudian, setelah muncul keraguan atas bukti-bukti dalam kasus pembunuhan itu.

Kasus pembunuhan asisten komisioner Kepolisian Federal Australia, Colin Winchester itu dibuka kembali pada 2013 setelah adanya keterangan baru mengenai bukti-bukti dari sidang di tahun 1990-an, yang membuat Eastman divonis bersalah.

Pemerintah negara bagian khusus ibukota Canberra (ACT) telah menawarkan ganti rugi sebesar 3,6 juta dolar Australia atau sekitar Rp 34 miliar, namun Eastman menolak dan meminta kompensasi minimal 18 juta dolar Australia (sekitar Rp 171 miliar).

Namun akhirnya hakim pengadilan di Canberra, Michael Elkaim, pada Senin (14/10/2019) hanya memutuskan ganti rugi sebesar 7,02 juta dolar Australia atau sekitar Rp 76 miliar kepada Eastman.

Baca juga: Setelah Mendekam 33 Tahun di Penjara, Pria Tak Bersalah Ini Akhirnya Bebas

Dalam pertimbangannya, Hakim Elkaim merujuk kesulitan yang dialami Eastman selama di penjara, termasuk pelecehan dari sesama narapidana.

Eastman mengaku telah kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan berkarier. Ibu dan dua saudaranya pun telah meninggal saat dirinya mendekam di penjara.

Pengacara Sam Tierney yang mewakili Eastman mengatakan kliennya lega dan menerima baik keputusan ini.

"Eastman mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan kehidupannya," ujarnya.

Tak Bersalah

Selama mendekam di penjara, Eastman tetap berjuang secara hukum, termasuk di Mahkamah Agung, untuk membuktikan dirinya tak bersalah.

Upayanya membuahkan hasil pada 2014 ketika dibentuk majelis untuk memeriksa kembali kasus pembunuhan itu di Mahkamah Agung ACT, dipimpin Hakim Brian Martin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Momen Pilu Seorang Pria Beri Minum Koala yang Terkena Luka Bakar di Australia

Internasional
Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X