Kompas.com - 30/09/2019, 14:00 WIB
Seorang pria membersihkan coretan yang dibuat oleh pengunjuk rasa di depan kedai kopi Starbucks di Hong Kong, Senin (30/9/2019). AFP / JEROME TAYLORSeorang pria membersihkan coretan yang dibuat oleh pengunjuk rasa di depan kedai kopi Starbucks di Hong Kong, Senin (30/9/2019).

Seruan pemboikotan Starbucks diserukan salah satunya oleh Joshua Wong, juru kampanye demokrasi yang terkemuka dalam pidatonya.

Seruan juga datang dari ajakan untuk menandatangani petisi yang meminta perusahaan induk Starbucks yang bermarkas di Seattle, AS, untuk memutus hubungan dengan Maxim's Caterers.

Hingga kini, telah ada lebih dari 50.000 orang telah menandatangani petisi tersebut.

"Kami ada di sini untuk mendesak kepada Dewan Direksi untuk mempertimbangkan apakah Maxim benar-benar mewakili nilai sosial dari Starbucks dan segera mengakhiri kerja samanya dengan Maxim," tulis Wong di Twitter.

Baca juga: Di Sidang Umum PBB, Trump Serang China soal Perdagangan dan Hong Kong

Maxim tidak menanggapi permintaan untuk komentar, namun sebelumnya telah memberi pernyataan yang menjauhkan diri dari komentar Annie dan mengatakan bahwa dia tidak bekerja untuk perusahaan itu.

Merek-merek besar lainnya juga telah dikepung oleh pengunjuk rasa, baik karena komentar pro-Beijing yang dibuat oleh pemiliknya, atau karena pemiliknya memiliki kaitan dengan Partai Komunis China.

Gerai restoran ternama, Yoshinoya dan Genki Sushi, yang juga dimiliki oleh Maxim, juga telah berulang kali dicorat-coret oleh pengunjuk rasa, begitu juga dengan cabang Bank China.

Sementara merek yang dianggap bersimpati kepada pengunjuk rasa harus berhadapan dengan ancaman boikot dari daratan China.

Baca juga: Bakar Bendera China saat Demo Hong Kong, Gadis Berusia 13 Tahun Ditahan

Salah satu yang telah mendapat peringatan adalah maskapai penerbangan Cathay Pacific, setelah sejumlah stafnya kedapatan ikut serta dalam aksi protes di bandara.

Otoritas China mendesak pihak perusahaan untuk lebih ketat dalam menjalankan pemeriksaan peraturan.

Langkah itu berdampak pada perubahan besar di jajaran dewan, termasuk dengan mundurnya CEO maskapai dan sejumlah staf dipecat.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X