Menhan Rusia: Kita Tak Butuh Kapal Induk, Melainkan Senjata untuk Melawan Kapal Induk Musuh

Kompas.com - 23/09/2019, 15:23 WIB
Foto bertanggal 28 Februari 2014, yang menunjukkan kapal induk milik Rusia, bernama Admiral Kuznetsov. AFP / CHRISTOS AVRAAMIDESFoto bertanggal 28 Februari 2014, yang menunjukkan kapal induk milik Rusia, bernama Admiral Kuznetsov.

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri pertahanan Rusia Sergey Shoigu menegaskan bahwa negaranya tidak membutuhkan kapal induk yang menghabiskan anggaran besar seperti Amerika Serikat.

Hal tersebut lantaran Rusia tidak pernah memiliki rencana untuk menyerang negara lain. Menurut Shioigu, Rusia lebih membutuhkan persenjataan yang mampu menenggelamkan kapal-kapal induk musuh.

Militer Rusia sempat menerima kenaikan anggaran dalam jumlah besar beberapa tahun lalu untuk program persenjataan besar-besaran.

Namun penambahan anggaran dalam bidang militer itu telah dibatalkan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Citra Satelit Ungkap China Bangun Kapal Induk Ketiga

Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm menempatkan Rusia sebagai negara dengan anggaran belanja pertahanan terbesar keenam di dunia pada 2018, setelah AS, China, Arab Saudi, India, dan Perancis.

Sementara Pentagon yang dihujani anggaran besar di bawah pemerintahan Donald Trump semakin jauh melampaui anggaran militer negara-negara lainnya di dunia sebagai negara dengan anggaran belanja pertahanan terbesar pertama.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mencoba meyakinkan rakyat untuk tidak merasa khawatir dan bahwa pajak yang mereka bayarkan telah digunakan dengan sebaik-baiknya.

"Amerika Serikat menghabiskan banyak uang untuk membayar kontraktor militer swasta guna membangun kapal induk."

Baca juga: Politisi Iran: Kapal Induk AS Bisa Tenggelam dengan Rudal Akurat Kami

"Lalu, apakah Rusia benar-benar membutuhkan lima hingga sepuluh kelompok serang kapal induk? Mengingat kami tidak berniat menyerang siapa pun," kata Shoigu kepada surat kabar Rusia, dikutip Russian Times.

"Kita membutuhkan cara yang bisa kita gunakan untuk melawan kelompok serangan kapal induk musuh jika negara kita diserang. Dan itu jauh lebih murah serta efisien," tambahnya.

Menteri Shoigu juga mengkritik Washington yang kerap membenarkan tindakan intervensi militernya di seluruh dunia dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat yang tinggal di negara yang menjadi sasarannya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X