Kompas.com - 09/09/2019, 15:26 WIB

CANBERRA, KOMPAS.com - Otoritas Australia, pada Senin (9/9/2019), memerintahkan kepada penyedia layanan internet untuk memblokir delapan situs yang menyediakan konten video berhubungan dengan tragedi penembakan massal di Christchurch, Selandia Baru.

Perintah pemblokiran situs tersebut dilakukan di bawah aturan penyensoran baru yang lebih luas yang diberlakukan pascainsiden penembakan massal yang menewaskan hingga 51 orang itu.

"Sejumlah situs luar negeri telah dimasukkan dalam daftar hitam karena terus memberikan akses untuk video serangan teroris Christchurch atau manifesto dari terduga pelaku," kata Julie Inman Grant, komisaris eSafety Australia.

Baca juga: Edit dan Bagikan Video Penembakan Christchurch, Pria Selandia Baru Dipenjara

Pihak berwenang menolak untuk menyebutkan nama-nama situs tersebut karena tidak ingin mempromosikan situs-situs tersebut, yang akan diblokir setidaknya selama enam bulan.

Sementara ditambahkan Grant, sejumlah situs lain telah diminta untuk menurunkan konten yang dilarang dan telah mematuhinya.

"Situs-situs jahat yang tersisa hanya perlu menghapus konten ilegal itu agar blok terhadapan mereka dicabut," ujarnya, dikutip AFP.

Salah satu dari delapan situs yang diblokir otoritas Australia tersebut adalah blog yang fokus pada apa yang disebut "Ancaman Islam", menurut keterangan dalam Daftar Undang-Undang Federal.

Baca juga: Tragedi Penembakan Masjid di Christchurch Bakal Diangkat Menjadi Film

Sementara, Aliansi Komunikasi mengatakan bahwa pihak penyedia layanan internet telah memblokir delapan situs yang dimaksud bahkan sebelum adanya perintah, kendati tetap menyambut baik kejelasan hukum yang diberikan melalui keputusan pemerintah.

Sebelumnya bulan lalu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah mengeluarkan pernyataan yang mendukung diberlakukannya aturan sensor baru oleh pemerintah.

Morrison mengatakan, materi kekejaman semacam itu tidak memiliki tempat di Australia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.